Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
PT Indosat Tbk (ISAT) melakukan penambahan modal ke anak usaha PT Infra Fiber Teknologi melalui mekanisme inbreng aset jaringan fiber optik sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis infrastruktur telekomunikasi. Transaksi tersebut dilakukan bersama PT Aplikanusa Lintasarta dan diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada 11 Mei 2026.
Dalam transaksi tersebut, Indosat dan Lintasarta memasukkan sejumlah aset jaringan fiber optik ke PT Infra Fiber Teknologi yang mencakup aset backbone, access, dan domestic subsea. Langkah itu menjadi tindak lanjut dari Perjanjian Investasi yang diteken bersama PT Ainfrastruktur Indonesia Raya pada 23 Desember 2025 dan telah diamandemen pada 6 Mei 2026.
Perseroan menyebut aset infrastruktur telekomunikasi yang selama ini dikelola masing-masing entitas akan dikonsolidasikan dalam satu perusahaan yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan jaringan infrastruktur. Melalui skema tersebut, PT Infra Fiber Teknologi dipersiapkan menjadi entitas khusus pengelola aset jaringan fiber optik.
Indosat dan Lintasarta juga menandatangani sejumlah perjanjian operasional yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari transaksi, antara lain Wholesale Service Agreement, Reseller Agreement, Transition Service Agreement, Master Services Agreement, dan Pole Rental Agreement. Seluruh perjanjian diteken pada 6 Mei 2026.
Manajemen menjelaskan transaksi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset infrastruktur sekaligus memperkuat struktur permodalan anak usaha. Perseroan juga menargetkan terciptanya akses terbuka terhadap infrastruktur fiber optik yang dapat dimanfaatkan pelaku industri telekomunikasi nasional.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, Indosat menyebut konsolidasi aset dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur jaringan yang lebih terintegrasi dan efisien. Perseroan menilai pemisahan pengelolaan infrastruktur ke entitas khusus akan meningkatkan fokus bisnis masing-masing perusahaan.
Selain restrukturisasi internal, Indosat dan Lintasarta juga berencana melakukan divestasi saham PT Infra Fiber Teknologi kepada investor pihak ketiga. Dalam dokumen keterbukaan informasi disebutkan investor akan mengambil alih anak usaha tersebut setelah proses restrukturisasi selesai dilakukan.
Baca Juga: Indosat (ISAT) Siap Bagikan Dividen Rp3,57 Triliun, Catat Jadwalnya!
Baca Juga: Indosat Tunjuk Honesti Basyir Jadi Direktur, Ini Rekam Jejaknya
Berdasarkan dokumen transaksi, nilai penambahan modal oleh Indosat ke PT Infra Fiber Teknologi mencapai 34,2% dari nilai ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025. Karena itu, transaksi dikategorikan sebagai transaksi material sesuai POJK No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
PT Infra Fiber Teknologi sendiri merupakan perusahaan yang baru didirikan pada 22 Desember 2025 dengan kegiatan usaha utama di bidang aktivitas telekomunikasi dengan kabel. Struktur kepemilikan awal perusahaan terdiri atas Indosat sebesar 99% dan Lintasarta sebesar 1%.
Per akhir Februari 2026, pemegang saham terbesar Indosat adalah Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. dengan kepemilikan 65,64%, disusul PT Perusahaan Pengelola Aset sebesar 9,63%, serta PT Tiga Telekomunikasi Indonesia sebesar 8,33%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: