Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dikucilkan ASEAN, Myanmar Dicap Kejam terhadap Rakyat Sendiri

        Dikucilkan ASEAN, Myanmar Dicap Kejam terhadap Rakyat Sendiri Kredit Foto: Antara/Zabur Karuru
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Myanmar melayangkan protes terhadap ASEAN karena merasa dikucilkan dari blok Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara. Keluhan tersebut disampaikan usai konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN yang digelar pekan lalu.

        Dalam forum tersebut, kepemimpinan pasca kudeta Myanmar dimasukkan ke dalam daftar hitam. ASEAN yang beranggotakan 11 negara telah mengucilkan Myanmar dari KTT sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada tahun 2021 dan menahan tokoh demokrasi tersebut, yang memicu perang sipil.

        Setelah lima tahun pemerintahan militer, junta menggelar pemilihan yang sangat terbatas dan mengecualikan partai Suu Kyi. Pada bulan lalu, pemilu tersebut menghasilkan pengangkatan panglima militer Min Aung Hlaing yang memimpin kudeta sebagai presiden sipil..

        Pada KTT ASEAN yang berlangsung minggu lalu, Presiden Ferdinand Marcos Jr mengeluh bahwa tidak ada kemajuan apapun di Myanmar.

        “Sejumlah negara anggota Asean merasa frustrasi atas kegagalan implementasi rencana perdamaian lima poin selama bertahun-tahun dan menyarankan perlunya penyesuaian lebih lanjut,” ucap Presiden Marcos Jr, dikutip Selasa (12/5).

        “Kami belum menyaksikan kemajuan apapun di Myanmar," imbuh dia.

        Kementerian Luar Negeri Myanmar mengklaim bahwa negaranya telah menunjukkan perkembangan positif, bahkan telah diakui oleh sebagian negara anggota ASEAN.

        "Namun, terlihat bahwa beberapa negara anggota terus mempertahankan pembatasan, tindakan diskriminatif, dan pengecualian pemerintah Myanmar dari perwakilan yang setara," sebut Kementerian Luar Negeri Myanmar.

        Dalam konfenesi di Filipina, Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan Myanmar belum siap untuk kembali duduk di meja perundingan karena kekejaman terhadap warga negara mereka sendiri masih terjadi.

        Dalam konferensi di Filipina, Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan Myanmar belum siap untuk kembali duduk di meja perundingan karena kekejaman terhadap warga negara mereka sendiri masih terjadi. Sejumlah negara dalam forum tersebut, termasuk Indonesia dan Singapura yang akan memegang jabatan Ketua ASEAN bergilir tahun depan, secara luas diyakini berpihak pada Malaysia.

        Kementerian Luar Negeri Myanmar menegaskan bahwa keterlibatan yang tidak konstruktif dengan pemerintah baru Myanmar akan mengabaikan kehendak sejati rakyat Myanmar, yang telah menggunakan hak-hak demokrasi mereka.

        Baca Juga: Hasil KTT ASEAN: RI-Filipina Jajaki Rencana Interkoneksi Listrik

        Baca Juga: Diterbangkan Airbus A400M TNI AU, Maung Bawa Simbol Diplomasi Indonesia di KTT ASEAN Filipina

        "Selama lima tahun terakhir, meskipun menghadapi perlakuan tidak adil yang timbul dari posisi beberapa negara anggota ASEAN, Myanmar telah bersabar," imbuhnya.

        Kementerian Luar Negeri Myanmar juga menuduh sejumlah negara ikut campur dalam urusan internal mereka lewat kritik dan tekanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: