Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hanya Omong Kosong, Rencana Trump Ingin Jadikan Venezuela Negara Bagian Diprotes Warga Amerika Serikat

        Hanya Omong Kosong, Rencana Trump Ingin Jadikan Venezuela Negara Bagian Diprotes Warga Amerika Serikat Kredit Foto: X
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah mengunggah ilustrasi Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat di media sosial Truth Social. Unggahan tersebut langsung memicu gelombang kritik dan sindiran dari netizen Amerika Serikat di berbagai platform media sosial.

        Dalam unggahan yang turut dibagikan akun resmi Gedung Putih di X, Trump menampilkan peta Venezuela dengan balutan bendera AS dan tulisan “51st State” atau negara bagian ke-51. Aksi tersebut dilakukan sehari setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menegaskan negaranya tidak akan pernah menjadi bagian dari Amerika Serikat.

        Baca Juga: Tolak Keras Rencana Gila Trump, Venezuela Ogah Jadi Negara Bagian AS

        Netizen AS pun langsung mempertanyakan konsistensi sikap Trump, terutama terkait kebijakan imigrasi yang selama ini ia gaungkan. 

        So you want 31 million Venezuelans to be Americans. That seems contrary to what you’ve been preaching. Weird,” tulis akun @krassenstein.

        Komentar lain datang dari akun @OJoelsen yang menyebut tindakan Trump justru membuat citra Amerika Serikat semakin buruk di mata dunia.

        This is exactly why the world is losing respect for the US,” tulisnya.

        Tak sedikit pula netizen yang menyindir gagasan tersebut dianggap bertentangan dengan retorika politik Trump selama ini terkait migrasi dan nasionalisme Amerika.

        No one voted for 31 million new Venezuelan-Americans,” tulis netizen lainnya.

        Di forum Reddit, sejumlah pengguna juga mempertanyakan logika pernyataan Trump yang sebelumnya sempat menyebut Kanada hingga Greenland sebagai kandidat “negara bagian baru” AS.

        How many 51st states can one have?” tulis seorang pengguna Reddit yang ramai mendapat respons dari pengguna lain.

        Netizen lain bahkan menilai pernyataan Trump hanya bentuk pengalihan isu politik domestik. Menurutnya, rencana aneksasi ini adalah hanya omong kosong belaka.

        All this talk is a big distraction,” tulis pengguna Reddit lainnya.

        Mengutip AFP, unggahan Trump muncul ketika dirinya tengah melakukan perjalanan menuju China untuk agenda pertemuan tingkat tinggi. Sehari sebelumnya, Trump mengaku kepada Fox News bahwa dirinya “serius mempertimbangkan” menjadikan Venezuela sebagai negara bagian baru AS.

        Trump juga secara terbuka mengakui ketertarikannya terhadap cadangan minyak Venezuela yang disebutnya bernilai hingga 40 triliun dolar AS.

        “Venezuela menyukai Trump,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News.

        Pernyataan itu langsung dibantah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez yang menegaskan negaranya tetap mempertahankan kedaulatan penuh.

        “Venezuela tidak pernah mempertimbangkan menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat,” ujar Rodriguez saat berada di Den Haag.

        Baca Juga: Trump Sebut Venezuela ‘Negara Bagian ke-51’, Caracas Langsung Melawan

        Kontroversi ini menambah daftar pernyataan Trump terkait keinginan mencaplok wilayah lain. Sebelumnya, ia juga sempat melontarkan wacana serupa terhadap Kanada, Greenland, Panama, hingga Kuba.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: