Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kevin Warsh Resmi Jadi Ketua The Fed Baru di Era Trump

        Kevin Warsh Resmi Jadi Ketua The Fed Baru di Era Trump Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Senat Amerika Serikat resmi menyetujui Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru dengan perolehan suara 54 mendukung dan 45 menolak. Warsh akan menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Jumat waktu setempat.

        Pengesahan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tekanan Presiden Donald Trump agar bank sentral Amerika Serikat segera menurunkan suku bunga untuk menopang pertumbuhan ekonomi di tengah lonjakan inflasi dan ketidakpastian global.

        Melansir BBC, Kevin Warsh menjadi salah satu Ketua The Fed dengan selisih suara persetujuan paling tipis sejak mekanisme konfirmasi Senat diberlakukan pada 1977. Dari kubu Demokrat, hanya Senator Pennsylvania John Fetterman yang memberikan dukungan terhadap pencalonannya.

        Warsh mulai memimpin The Fed ketika inflasi Amerika Serikat masih tinggi. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan AS mencapai 3,8% pada April 2026, tertinggi sejak Mei 2023.

        Kenaikan inflasi dipicu lonjakan harga energi akibat terganggunya distribusi minyak global setelah penutupan Selat Hormuz. Selain energi, harga pangan, perumahan, dan tiket pesawat juga mengalami kenaikan.

        Kondisi tersebut membuat mayoritas ekonom memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga lebih lama. Bahkan, sebagian analis memperingatkan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka apabila tekanan inflasi terus berlanjut.

        Di sisi lain, Trump secara terbuka mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga guna menjaga momentum ekonomi Amerika Serikat.

        Baca Juga: Jerome Powell Putus Tradisi di The Fed, Habis Jadi Ketua, Turun ke Posisi Gubernur

        Baca Juga: Tepis Tudingan Bakal Jadi 'Boneka' Trump, Calon Ketua The Fed Kevin Warsh Janjikan Independensi Bank Sentral

        Selama kepemimpinan Jerome Powell, Trump beberapa kali melontarkan kritik keras terhadap kebijakan bank sentral. Powell dinilai terlalu lambat menurunkan suku bunga dan dianggap menghambat pertumbuhan ekonomi.

        Dalam sidang konfirmasi di Komite Perbankan Senat AS, Warsh menegaskan dirinya akan menjaga independensi Federal Reserve meski ditunjuk langsung oleh Trump.

        “Saya tidak akan menjadi boneka Presiden Trump dan akan mempertahankan independensi Federal Reserve,” ujar Warsh. 

        Namun, Senator Elizabeth Warren menilai Warsh tidak tepat memimpin The Fed karena dinilai terlalu dekat dengan kepentingan politik Gedung Putih.

        Sebelum disetujui sebagai Ketua The Fed, Warsh terlebih dahulu mendapat persetujuan Senat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, posisi yang menjadi syarat untuk menduduki kursi ketua.

        Warsh bukan sosok baru di lingkungan bank sentral AS. Ia pernah menjabat sebagai gubernur Federal Reserve pada periode 2006 hingga 2011.

        Ia juga akan menggantikan Stephen Miran, pejabat The Fed yang dikenal mendukung pemangkasan suku bunga lebih agresif.

        Pengamat hukum dari University of Richmond, Carl Tobias, menilai Warsh menghadapi tantangan berat karena harus menjaga stabilitas inflasi di tengah tekanan politik yang kuat dari Gedung Putih.

        Setelah lolos dari Senat, nominasi Warsh tinggal menunggu persetujuan akhir dari Presiden Donald Trump sebelum resmi memimpin The Fed.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: