Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gak Naik-naik, IHSG Dikhawatirkan Turun Kelas Jadi Frontier Market

        Gak Naik-naik, IHSG Dikhawatirkan Turun Kelas Jadi Frontier Market Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026). Pelemahan indeks yang mencapai lebih dari 4 persen dalam waktu singkat memicu gelombang reaksi netizen di media sosial, termasuk kekhawatiran soal risiko Indonesia turun status menjadi frontier market.

        Berdasarkan data RTI Business pukul 10.30 WIB, IHSG merosot 289,367 poin atau 4,30 persen ke level 6.433,95. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,836 triliun dengan volume perdagangan 12,887 miliar saham.

        Baca Juga: IHSG Anjlok 4 Persen, Candaan Prabowo Kembali Viral: Makin Putus Asa...

        Akun X @SeekHustle menjadi salah satu yang menyoroti kondisi tersebut. Ia menilai pelemahan tajam IHSG dapat menjadi sinyal memburuknya posisi pasar modal Indonesia di mata investor global.

        “IHSG drop saat sesi pembukaan market pasca libur panjang. Per jam 10 ini, IHSG udah -4 persen sendiri. Penurunan ytd udah -26 persen sendiri. Fix sih ini otw frontier market. Stay cash dulu capt, kondisi sedang tidak baik-baik saja,” tulis akun tersebut.

        Cuitan itu langsung ramai dibalas netizen lain yang turut mengomentari kondisi pasar saham Indonesia. Sebagian menyoroti faktor internal pemerintah, sementara lainnya mengaku sudah terjebak dalam posisi rugi di pasar saham.

        “Bull market yang sesingkat itu dan langsung dihajar bear market. Mana pengaruh internal dari kita yang awikwok juga nih,” balas salah satu netizen.

        Netizen lain bahkan menyinggung pernyataan pejabat yang dinilai dapat memperburuk sentimen pasar.

        “Asal jangan yapping lagi aja sore ini, bakal makin ancur besok. Plis deh jangan kasih mic dulu tuh orang,” tulis netizen lainnya.

        Ada pula yang menilai pasar sedang membaca kondisi riil perekonomian domestik.

        “Otak atik pertanggungjawaban pemerintah silakan aja tapi sayangnya pasar membaca kondisi ril di lapangan,” kata netizen lain.

        Sementara itu, netizen lain mengaku tidak lagi memiliki dana tunai untuk mengantisipasi penurunan pasar lebih lanjut.

        “Yaelah udah nyangkut di saham semua gak punya cash lagi,” tulis akun lainnya.

        Anjloknya IHSG dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, terutama sektor material dasar yang turun hingga 9 persen. Penurunan lebih dari 4 persen juga terjadi pada sektor energi, industri, consumer primer, keuangan, infrastruktur, hingga transportasi.

        Sejumlah saham kapitalisasi besar ikut terseret turun, seperti saham TPIA, DSSA, AMMN, BREN, hingga saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

        Baca Juga: IHSG Rontok 3,53% Usai Rebalancing MSCI, Asing Kabur Rp40 Triliun

        Pelaku pasar menilai tekanan terhadap IHSG berasal dari kombinasi sentimen negatif global dan domestik, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, hingga keputusan MSCI dan FTSE yang masih membekukan pasar saham Indonesia serta mengeluarkan sejumlah emiten dari konstituennya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: