Menlu RI Tegaskan Dukungan untuk Palestina, Janji Perjuangkan WNI yang Ditangkap Israel
Kredit Foto: Tangkapan Layar Instagram Republika
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah memanasnya situasi di Gaza. Indonesia juga memastikan akan terus memperjuangkan pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut gerakan kemanusiaan menuju Gaza merupakan bentuk dukungan nyata terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, aksi tersebut lahir dari solidaritas kemanusiaan internasional.
“Saya kira ini merupakan suatu bentuk semangat serta dukungan yang diberikan terhadap kemerdekaan Palestina dan membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza,” kata Sugiono dikutip dari ANTARA.
Sugiono menilai misi bantuan kemanusiaan semacam itu seharusnya mendapat dukungan dunia internasional. Namun, konvoi tersebut justru dicegat pasukan Israel di tengah perjalanan.
Pemerintah Indonesia pun memastikan akan terus bergerak memperjuangkan keselamatan WNI yang ikut dalam misi tersebut. Upaya diplomasi kini terus dilakukan melalui sejumlah negara sahabat.
Sugiono mengatakan Indonesia telah berkoordinasi dengan negara-negara yang memiliki jalur komunikasi langsung dengan Israel. Langkah itu dilakukan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi dengan perwakilan RI di kawasan Timur Tengah. Pemerintah ingin memastikan kondisi seluruh WNI yang ditahan tetap aman.
“Kita berharap tujuan untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ini bisa terus terlaksana lewat berbagai jalur lain,” ujar Sugiono.
Kementerian Luar Negeri sebelumnya mengonfirmasi terdapat sembilan WNI yang ikut dalam konvoi kemanusiaan tersebut. Mereka menjadi korban penyergapan pasukan Israel terhadap kapal bantuan menuju Gaza.
Baca Juga: Sugiono Akui Sulit Kontak 5 WNI yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza
Di antara sembilan WNI itu terdapat tiga wartawan media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
Pemerintah Indonesia juga mengutuk tindakan Israel yang mencegat kapal pembawa bantuan kemanusiaan. Penyergapan tersebut dinilai menghambat distribusi bantuan bagi warga Gaza.
Menurut pemerintah, situasi itu kembali menunjukkan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional. Indonesia menegaskan bantuan kemanusiaan untuk Palestina harus tetap dapat disalurkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: