Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ternyata Ada Warga Israel Jadi Aktivis Global Sumud Flotilla, Semua Bebas dari Penjara

        Ternyata Ada Warga Israel Jadi Aktivis Global Sumud Flotilla, Semua Bebas dari Penjara Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lembaga bantuan hukum Palestina, Adalah, mengonfirmasi seluruh aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang ditahan Israel telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Ketziot.

        Dalam pernyataan resminya, Adalah menyebut hampir seluruh relawan kini sedang menjalani proses deportasi dan dipindahkan menuju Bandara Ramon untuk diterbangkan keluar dari Israel.

        Baca Juga: Aktivis Flotilla Dipaksa Sujud Depan Bendera Israel Hanya Karena Teriak 'Free Palestine'

        “Tim hukum terus memantau proses pemindahan tersebut guna memastikan seluruh peserta flotilla dapat dideportasi tanpa penundaan lebih lanjut,” tulis Adalah.

        Pembebasan para relawan disebut merupakan hasil kerja tim hukum yang melibatkan lebih dari 100 pengacara yang disiapkan panitia Global Sumud Flotilla.

        Adalah menilai tindakan Israel sejak pencegatan kapal di perairan internasional hingga penahanan relawan sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

        Menurut mereka, para aktivis mengalami penyiksaan sistematis, penghinaan, serta penahanan sewenang-wenang selama berada dalam tahanan Israel.

        Meski sebagian besar relawan asing telah memasuki tahap deportasi, satu aktivis berkewarganegaraan Israel bernama Zohar Regev masih menjalani proses hukum di Pengadilan Magistrat Ashkelon.

        Otoritas Israel menuduh Regev melakukan “masuk ilegal ke Israel”, “tinggal secara tidak sah”, dan mencoba menembus blokade Gaza.

        Namun Adalah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan Regev justru dibawa paksa militer Israel dari perairan internasional menuju wilayah Israel saat menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza.

        “Regev dibawa secara paksa oleh militer Israel dari perairan internasional menuju wilayah Israel saat sedang dalam perjalanan menuju Gaza bersama misi kemanusiaan untuk menentang blokade yang menyebabkan krisis kelaparan dan penderitaan warga Palestina,” ungkap Adalah.

        Baca Juga: Ada 'Rencana Jahat' di Balik Gerakan Global Sumud Flotilla, Begini Kata Israel

        Saat ini, Adalah menyatakan masih mendampingi Regev di pengadilan serta menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap aktivis tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: