Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump

        Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan makin frustrasi menghadapi perkembangan perang melawan Iran.

        Media Israel Channel 12 melaporkan Trump dan Netanyahu melakukan percakapan telepon “panjang dan dramatis” semalaman di tengah memanasnya situasi kawasan Timur Tengah.

        Baca Juga: Nilai Serangan ke Iran Kesalahan Fatal, Amerika: Kesepakatan Nuklir Tak Ada, Selat Hormuz Belum Dibuka

        Menurut laporan tersebut, ketegangan muncul karena kedua pemimpin disebut berada “di ambang keputusan” terkait arah perang Iran.

        Hingga kini, baik Gedung Putih maupun kantor Netanyahu belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai isi pembicaraan tersebut.

        Percakapan itu terjadi saat gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran sejak 8 April mulai terancam runtuh.

        Trump disebut ingin segera mengakhiri konflik yang dinilai meleset dari prediksi awal Washington. Presiden AS itu juga terus menekan Teheran agar menerima perundingan untuk menghentikan perang.

        Sebaliknya, Netanyahu dilaporkan tetap mendorong opsi militer dan berkali-kali menegaskan perang melawan Iran belum selesai.

        Situasi makin rumit setelah negosiasi AS-Iran yang dimediasi Pakistan mengalami kebuntuan.

        Amerika Serikat kemudian memperketat blokade terhadap pelabuhan Iran, termasuk jalur strategis di Selat Hormuz.

        Iran membalas dengan menutup Selat Hormuz dan mewajibkan seluruh kapal asing berkoordinasi dengan Teheran sebelum melintas.

        Trump sebelumnya sempat memperingatkan Iran melalui media sosial Truth Social bahwa “waktu terus berjalan” bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan.

        Namun pada Senin malam, Trump mengumumkan penundaan serangan besar terhadap Iran yang sebelumnya direncanakan berlangsung Selasa.

        Trump mengklaim penundaan itu dilakukan atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

        Baca Juga: Turis Amerika hingga Australia Bikin Muak Thailand, Kebijakan Bebas Visa 60 Hari Dipangkas

        Meski demikian, Trump menegaskan Pentagon tetap disiagakan untuk melancarkan serangan penuh terhadap Iran kapan saja bila negosiasi gagal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: