Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Politik Dominasi dan Kolonialisme Akan Gagal, Sindiran Pedas dari Rusia dan Cina

        Politik Dominasi dan Kolonialisme Akan Gagal, Sindiran Pedas dari Rusia dan Cina Kredit Foto: Flash90/Atia Mohammed
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia dan Cina menegaskan model dominasi global bergaya kolonial tidak akan berhasil di tengah perubahan tatanan dunia internasional.

        Pernyataan itu disampaikan dalam deklarasi bersama Kremlin setelah pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Xi Jinping di Beijing.

        Baca Juga: Viral Israel 'Tak Memanusiakan' Relawan Global Sumud Flotilla, 9 WNI Ikut Jadi Korban!

        Dalam dokumen tersebut, kedua negara mengkritik upaya sejumlah pihak yang dinilai masih mencoba memaksakan kepentingan geopolitik secara sepihak kepada negara lain.

        Menurut Moskow dan Beijing, pendekatan dominasi semacam itu merupakan warisan pola pikir kolonial yang sudah tidak relevan dengan kondisi dunia saat ini.

        “Model dominasi seperti itu dinilai gagal,” tulis deklarasi bersama Rusia dan Cina.

        Kedua negara juga menegaskan akan memperkuat kemitraan strategis untuk menghadapi ketidakpastian global dan menjaga keseimbangan dunia.

        Putin mengatakan Rusia dan Cina akan terus bekerja sama sebagai kekuatan penstabil internasional melalui kebijakan luar negeri yang independen dan berdaulat.

        “Rusia dan Cina memainkan peran penting sebagai kekuatan penstabil di panggung global,” ujar Putin.

        Selain membahas geopolitik global, kedua negara turut menyinggung konflik di Ukraina.

        Rusia dan Cina menyerukan solusi damai jangka panjang serta mendukung berbagai upaya yang dapat menciptakan perdamaian berkelanjutan.

        Moskow juga memuji posisi Beijing dalam konflik Ukraina sebagai “objektif dan tidak memihak”.

        Di sisi lain, negara-negara Barat menuduh Cina tetap membantu Rusia melalui hubungan ekonomi erat meski banyak negara telah menjatuhkan sanksi terhadap Moskow sejak perang Ukraina pecah.

        Hubungan Rusia dan Cina sendiri terus berkembang dalam beberapa dekade terakhir.

        Baca Juga: Nilai Serangan ke Iran Kesalahan Fatal, Amerika: Kesepakatan Nuklir Tak Ada, Selat Hormuz Belum Dibuka

        Pada 2022, Putin dan Xi bahkan mendeklarasikan kemitraan “tanpa batas” atau no limits partnership, hanya beberapa pekan sebelum Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: