Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bolehkah Gabung Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Arafah? Ini Penjelasan PBNU

        Bolehkah Gabung Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Arafah? Ini Penjelasan PBNU Kredit Foto: Pexels.com/Gul Isik
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan menjelang Idul Adha. Terkait itu, tak sedikit umat Islam yang mempertanyakan hukum menggabungkan niat qadha puasa Ramadhan dengan puasa Arafah. 

        Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan, menegaskan bahwa praktik tersebut diperbolehkan dan tetap sah menurut pandangan ulama.

        Menurutnya, seseorang yang melaksanakan qadha puasa Ramadhan tepat pada hari puasa sunnah Arafah tetap memperoleh dua keutamaan sekaligus.

        “Qadha puasa Ramadhannya tetap sah. Sedangkan ia sendiri tetap mendapatkan keutamaan yang didapat oleh mereka yang berpuasa dengan niat puasa sunnah Arafah,” kata Ustadz Alhafiz Kurniawan seperti dikutip dari NU Online, Senin (25/5/2026).

        Ia menjelaskan, pandangan tersebut diqiyaskan dengan penjelasan Syekh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib terkait puasa qadha yang dilakukan pada hari Asyura.

        Baca Juga: Kumpulan Dzikir dan Doa Hari Arafah Paling Mustajab: Arab, Latin dan Artinya

        Dalam keterangannya, disebutkan bahwa Al-Barizi pernah berfatwa mengenai seseorang yang berpuasa di hari Asyura untuk qadha atau nazar puasa. Orang tersebut, kata dia, tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Asyura.

        “Pandangan ini disepakati oleh Al-Ushfuwani, Al-Faqih Abdullah An-Nasyiri, Al-Faqih Ali bin Ibrahim bin Shalih Al-Hadhrami,” demikian keterangan yang dinukil Syekh Zakariya Al-Anshari.

        Pendapat serupa juga dijelaskan oleh Sayyid Bakri Syatha dalam kitab I‘anatut Thalibin. Ia menerangkan bahwa orang yang berpuasa di hari-hari istimewa tetap akan mendapatkan keutamaan puasa sunnah pada hari tersebut, meskipun niat utamanya adalah qadha puasa atau nazar.

        Ustadz Alhafiz, turut mengutip penjelasan dari Sayyid Bakri mengenai pandangan sejumlah ulama mazhab Syafi’i terkait persoalan tersebut.

        Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini Keutamaan Puasa Arafah, Niat dan Tata Caranya

        “Di dalam Al-Kurdi terdapat nash yang tertulis pada Asnal Mathalib dan sejenisnya yaitu Al-Khatib As-Syarbini, Syekh Sulaiman Al-Jamal, Syekh Ar-Ramli bahwa puasa sunnah pada hari-hari yang sangat dianjurkan untuk puasa memang dimaksudkan untuk hari-hari tersebut. Tetapi orang yang berpuasa dengan niat lain pada hari-hari tersebut, maka dapatlah baginya keutamaan,” ungkap Ustadz Alhafiz mengutip keterangan Sayyid Bakri Syatha.

        Dengan demikian, umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tetap dapat memanfaatkan momentum Hari Arafah untuk mengqadha puasanya tanpa khawatir kehilangan keutamaan puasa Arafah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: