Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Heboh di X: Rupiah Tembus Rp18.000, 50 Barang Terancam Mahal, Ada Mi Instan!

        Heboh di X: Rupiah Tembus Rp18.000, 50 Barang Terancam Mahal, Ada Mi Instan! Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Media sosial X tengah dihebohkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini menembus Rp18.000 per dolar AS.

        Seorang netizen dengan akun @direktoridosen mengungkapkan ada sekitar 50 barang kebutuhan sehari-hari yang berpotensi mengalami kenaikan harga. Namun ia menilai tidak akan terjadi aksi demo selama harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum naik.

        "Harga barang yang berpotensi naik, efek 1 $USD = Rp.18.000. Tapi tenang sobat, tidak akan ada demo. selama bbm tidak di naikkan harganya. @prabowo tau banget soal ini," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (4/6).

        Dalam daftar yang dibagikan, terlihat barang-barang yang berpotensi naik mencakup kebutuhan pokok hingga produk impor, antara lain:

        1). Mi instan

        2). Tahu dan tempe

        3). Tepung terigu

        4). Roti dan kue

        5). Smartphone/Handphone

        6). Laptop dan komputer

        7). Komponen PC (seperti RAM, kartu grafis/VGA, dan prosesor)

        8). Daging ayam potong

        9). Telur ayam ras

        10). Obat-obatan (baik generik maupun obat paten)

        11). Suplemen dan vitamin impor

        12). Alat kesehatan (seperti masker medis, alat cek darah, dan perban)

        13). Suku cadang (*spare parts*) mobil dan sepeda motor

        14). Mobil dan sepeda motor baru

        15). Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex)

        16). Susu formula anak (yang menggunakan bahan baku bubuk susu impor)

        17). Produk kosmetik dan perawatan kulit (skincare) merek luar negeri

        18). Barang elektronik rumah tangga (Televisi, AC, Kulkas, Mesin Cuci)

        19). Pakaian, sepatu, dan tas bermerek impor

        20). Daging sapi impor (*frozen beef*)

        21). Bawang putih (karena mayoritas pasokan nasional masih diimpor)

        22). Buah-buahan impor (seperti apel, anggur, pir, dan kurma)

        23). Gula pasir (sebagian besar bahan baku gula mentah/rafinasi didatangkan dari luar negeri)

        24). Gas LPG non-subsidi (Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg)

        25). Keju, mentega (*butter*), dan krim olahan susu impor

        26). Konsol game (PlayStation, Nintendo Switch, Xbox)

        27). Kamera digital dan lensa fotografi

        28). Smart TV dan Android TV

        29). Perangkat audio (Speaker bluetooth, *headphone*, dan *earbuds* nirkabel)

        30). Powerbank dan aksesori pengisi daya (charger serta kabel data)

        31). Oli dan pelumas mesin kendaraan (bahan dasar *base oil* menggunakan standar harga global)

        32). Ban kendaraan bermotor (menggunakan komponen kimia pengolah karet impor)

        33). Aki kendaraan (battery mobil dan motor)

        34). Pupuk kimia non-subsidi (bahan baku fosfat dan kalium sepenuhnya diimpor)

        35). Biji plastik (bahan baku utama pembuatan botol, kantong, dan wadah kemasan industri)

        36). Kertas fotokopi dan kertas cetak (harga bubur kertas/pulp terikat harga komoditas global)

        37). Besi beton dan baja ringan untuk konstruksi pembangunan

        38). Cat tembok dan cat industri (menggunakan pigmen dan bahan kimia inti impor)

        39). Sepatu olahraga merek global (seperti Nike, Adidas, Puma, dll.)

        40). Parfum original merek luar negeri

        41). Pakaian dan jaket dari lini mode internasional (fast fashion retail)

        42). Mainan anak bermerek impor (seperti Lego, diecast Hot Wheels, dan action figure)

        43). Alat musik modern (Gitar listrik, keyboard, piano digital, dan drum elektrik)

        44). Alat olahraga impor (Raket badminton/tenis, sepeda, dan peralatan gym)

        45). Pakan kucing dan anjing (pet food) merek internasional

        46). Susu kedelai kemasan pabrikan

        Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000, Purbaya: Itu Yurisdiksi Bank Sentral, Kewajiban Saya Jaga Fondasi Ekonomi

        47). Cokelat batangan dan produk berbasis kakao olahan dari luar negeri

        48). Saus dan bumbu masakan kemasan impor (seperti saus pasta instan, kecap Jepang, dan mayones)

        49). Suplemen kebugaran (seperti whey protein, kreatin, dan susu diet impor)

        50). Tiket pesawat terbang rute internasional (karena biaya avtur global dan sewa pesawat menggunakan mata uang USD)

        Sebagai informasi, berdasarkan data pasar spot dan platform perdagangan real-time pagi ini, rupiah sempat menyentuh titik terlemahnya di kisaran Rp18.013–Rp18.029 per dolar AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: