MBG Kembali Dipermainkan, Publik Bongkar Dugaan Mark Up Harga Roti dalam Program Andalan Prabowo
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu proyek unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali diterpa dugaan penyimpangan. Kali ini, sorotan publik mengarah pada dugaan praktik mark up harga bahan makanan di salah satu dapur penyedia MBG di Kota Serang, Banten.
Kasus tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Threads viral dan memicu perdebatan luas mengenai transparansi pengelolaan anggaran program yang dibiayai negara tersebut.
Baca Juga: 'Dicopot Langsung Ditangkap,' Sony Sanjaya Syok Gegara Jatuh dalam Satu Malam Akibat Korupsi MBG
Dalam unggahan itu, seorang pengguna mengaku diminta menaikkan harga roti pada nota pembelian untuk kebutuhan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut pengakuan yang beredar, harga roti yang sebenarnya telah disepakati sebesar Rp1.500 per buah diminta dicantumkan menjadi Rp3.000 per buah dalam dokumen pembelian yang diduga digunakan sebagai laporan pertanggungjawaban pengadaan bahan makanan.
"Diminta bikin nota harga Rp3.000, padahal harga aslinya Rp1.500 per buah," tulis akun tersebut, dikutip Senin (8/6).
Selisih harga hingga 100 persen itu langsung memicu kekhawatiran publik. Banyak warganet mempertanyakan kemungkinan adanya permainan anggaran di lapangan, terutama karena MBG merupakan program yang menggunakan dana negara dalam jumlah besar dan menyasar kebutuhan gizi masyarakat.
Dugaan tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Serang, Nuni mengaku pihaknya telah mengetahui laporan yang beredar di media sosial tersebut. Menurutnya, informasi itu telah diteruskan kepada Satuan Tugas MBG Kota Serang untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.
"Saya sudah mengetahui aduan ini dan sudah saya sampaikan juga kepada Satgas MBG di Kota Serang. Saat ini kami sedang mencari tahu SPPG mana yang melakukan hal seperti itu," ujar Nuni.
Hingga saat ini, identitas dapur atau SPPG yang diduga terlibat masih belum diketahui. Pihak pengelola mengaku masih melakukan verifikasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Nuni menegaskan bahwa apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau manipulasi dalam proses pengadaan bahan makanan, maka kasus tersebut akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Penelusuran dianggap penting karena dugaan mark up tidak hanya menyangkut persoalan administrasi, tetapi juga menyentuh aspek akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya.
Selain bertujuan menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan berbagai penyedia bahan pangan di daerah. Karena itu, munculnya dugaan mark up harga roti dinilai dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program apabila tidak segera diusut secara transparan.
Hingga kini, Satgas MBG Kota Serang masih melakukan penelusuran terhadap unggahan viral tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai kebenaran dugaan mark up maupun pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Baca Juga: 'Masuk Level Sangat Berbahaya,' Amerika Serikat Jadi Target Spionase Israel di Tengah Perang Iran
Namun satu hal yang sudah terlihat, publik kini ikut mengawasi setiap rupiah anggaran MBG agar benar-benar sampai kepada penerima manfaat, bukan justru hilang di tengah rantai pengadaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: