Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BRI Tegaskan Fundamental Perbankan Kuat Usai BI Rate Naik Jadi 5,50%

        BRI Tegaskan Fundamental Perbankan Kuat Usai BI Rate Naik Jadi 5,50% Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) meyakini fundamental industri perbankan nasional tetap kuat meskipun Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan.

        Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan ketahanan sektor perbankan ditopang oleh permodalan yang memadai, likuiditas yang terjaga, serta kualitas aset yang resilien.

        “BRI meyakini bahwa fundamental industri perbankan nasional tetap kuat, ditopang oleh permodalan yang memadai, likuiditas yang terjaga, serta kualitas aset yang resilien,” kata Danny dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (9/6/2026). 

        Ia menegaskan, BRI juga terus menerapkan pengelolaan aset dan liabilitas secara prudent guna menjaga kinerja dan stabilitas bisnis di tengah perubahan kebijakan moneter.

        Danny menegaskan, sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan suku bunga secara cermat, serta memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal guna mendukung aktivitas ekonomi nasional.

        “Perseroan juga akan terus memastikan kecukupan permodalan, menjaga likuiditas, serta mengoptimalkan struktur liabilitas bank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

        Baca Juga: Gubernur BI Bongkar Alasan Tiba-tiba Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

        Baca Juga: Bank Indonesia Tiba-tiba Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

        Lebih lanjut, ia menilai keputusan BI menaikan BI Rate sebagai bagian dari kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. 

        “Selain itu, keputusan tersebut diambil dalam rangka menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan,” tutupnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: