Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PDIP: di PDIP Jokowi 'Petugas Partai', Sekarang Jadi 'Jongos Partai' di PSI

        PDIP: di PDIP Jokowi 'Petugas Partai', Sekarang Jadi 'Jongos Partai' di PSI Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli menegaskan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah resmi dipecat dari PDI Perjuangan sejak Desember 2024, bersama Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan 27 kader lainnya.

        Guntur membantah pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus, Guntur menyebut Jokowi bukan mundur atau keluar secara sukarela, melainkan dipecat karena dinilai melakukan pelanggaran konstitusional serta melanggar AD/ART dan peraturan partai.

        "Saya koreksi judulnya, Jokowi bukan hanya tidak lagi bersama PDI Perjuangan, tapi Jokowi sudah dipecat oleh PDI Perjuangan, bersama Gibran, Bobby pada Desember 2024, karena pelanggaran konstitusional, pelanggaran terhadap peraturan partai," kata Guntur.

        Ia menambahkan, karena sudah dipecat, maka status politik Jokowi saat ini bukan lagi menjadi urusan PDIP.

        "Jadi Jokowi bukan keluar dari PDI Perjuangan atau mundur, tapi dipecat karena pelanggaran. Karena dia sudah dipecat, maka bukan menjadi urusan PDI Perjuangan dia mau tidak berpartai atau berpartai lagi," katanya.

        Guntur juga menyentil pendukung Jokowi yang dulu menolak label "petugas partai" saat Jokowi masih di PDIP.

        "Cuma mau mengingatkan, dulu pendukung Jokowi tidak mau Jokowi disebut 'petugas partai' saat bersama PDI Perjuangan, itu ejekan katanya. Maka dengan Jokowi masuk partai hanya untuk kepentingan elektoral partai itu, artinya ludah dijilat di sini," ujarnya.

        Ia pun membedakan peran Jokowi di PDIP dan PSI. Menurut Guntur, dulu Jokowi sebagai "petugas partai" bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara. Sedangkan di PSI, ia menyebut Jokowi hanya berstatus "jongos partai" yang bekerja semata untuk kepentingan elektoral partai.

        "Bedanya 'petugas partai' Jokowi sebagai orang partai (PDI Perjuangan) ditugaskan untuk kepentingan rakyat dan negara. 'Jongos partai' Jokowi sebagai orang partai (PSI) hanya bekerja untuk kepentingan elektoral partai, itu saja," katanya.

        Pernyataan Guntur ini merespons rencana PSI yang akan segera menyematkan jaket partai kepada Jokowi sebagai tanda resmi menjabat Ketua Dewan Pembina PSI. Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut penyematan jaket itu juga menjadi penanda Jokowi tak lagi bersama PDIP.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: