Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bertemu Investor Jerman, Menko Airlangga Dorong Kerja Sama Semikonduktor

        Bertemu Investor Jerman, Menko Airlangga Dorong Kerja Sama Semikonduktor Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan isi pertemuan dengan investor asal Jerman di Kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (15/6).

        Airlangga mengatakan bahwa investor Jerman masih percaya terhadap fundamental ekonomi nasional meskipun pasar keuangan domestik sempat mengalami tekanan dam beberapa waktu terakhir.

        Dengan kondisi tersebut, Airlangga menegaskan para investor Jerman memiliki orientasi investasi jangka panjang sehingga tidak terpengaruh oleh dinamika pasar jangka pendek.

        "Mereka kan semua investor jangka panjang, jadi pandangannya tidak harian. Tidak memonitor saham tiap hari. Jadi mereka semuanya long term," kata Airlangga usai pertemuan dengan delegasi bisnis Jerman di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (15/6/2026).

        Airlangga mengatakan bahwa para investor Jerman melihat Indonesia memiliki posisi strategis dalam perekonomian global.

        "Mereka mengatakan Indonesia menjadi middle power, negara kekuatan menengah yang semakin lama semakin penting," tambahnya.

        Baca Juga: Airlangga Tetap Waspada Meski Harga Minyak Mulai Melandai

        Ia mengatakan, investor Jerman juga memandang Indonesia sebagai salah satu tujuan penting untuk melanjutkan ekspansi bisnis dan investasi mereka. Selama ini, hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman banyak ditopang oleh impor barang modal atau capital goods dari Jerman.

        Namun, pola hubungan tersebut mulai mengalami perubahan seiring meningkatnya aktivitas investasi perusahaan-perusahaan Jerman di Indonesia.

        Pemerintah juga terus mendorong penguatan kerja sama di sektor industri berteknologi tinggi. Salah satu fokus yang dibahas adalah pengembangan ekosistem semikonduktor yang dinilai memiliki prospek besar bagi perekonomian nasional.

        "Indonesia secara spesifik meminta untuk ekosistem semikonduktor karena mereka masih kuat di sektor tersebut," ujarnya.

        Airlangga menyebut terdapat perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies, yang telah beroperasi di Batam. Pemerintah berharap keberadaan perusahaan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan industri semikonduktor yang lebih mendalam di Indonesia.

        Meski optimistis terhadap prospek kerja sama kedua negara, Airlangga belum mengungkapkan adanya komitmen investasi baru dari investor Jerman dalam waktu dekat.

        "Nanti kita akan bahas lagi," terangnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: