Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga BBM Naik, Blue Bird Belum Berencana Naikkan Tarif

        Harga BBM Naik, Blue Bird Belum Berencana Naikkan Tarif Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Karena itu, perseroan belum melihat kebutuhan untuk melakukan penyesuaian tarif layanan di tengah kenaikan harga Pertamax dan Pertadex yang terjadi belakangan ini.

        Direktur Utama Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan sebagian besar armada angkutan umum yang dioperasikan perusahaan masih menggunakan BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Biosolar.

        “BBM yang naik kan masih Pertamax ke atas dan Pertadex ke atas juga kan. Jadi kalau mayoritas di PT Blue Bird Tbk untuk yang angkutan umum masih menggunakan Pertalite dan Biosolar,” ujar Adrianto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

        Menurutnya, komposisi penggunaan bahan bakar tersebut membuat biaya operasional utama perusahaan relatif tidak terdampak oleh kenaikan harga BBM non-subsidi.

        “Jadi secara mayoritas operasionalnya tidak berpengaruh terhadap kenaikan Pertamax,” katanya.

        Adrianto mengakui terdapat sejumlah armada dan unit usaha tertentu yang masih menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar utama. Namun, kontribusi bisnis dari segmen tersebut terhadap pendapatan perusahaan masih relatif kecil.

        “Tetapi tentu ada divisi kami yang memang menggunakan Pertamax juga. Jadi impact-nya tidak besar karena revenue kontribusi dari divisi tersebut masih kecil,” ujarnya.

        Baca Juga: Blue Bird Agresif Garap Kendaraan Listrik, Target Tambah 400 Armada Baru Tahun Ini

        Baca Juga: Blue Bird Guyur Dividen Rp166 per Saham, Ini Jadwal Pembayarannya

        Sebelumnya, Blue Bird mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun atau tumbuh 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi pendapatan tertinggi perseroan sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia.

        Perseroan juga terus memperluas kapasitas layanan dengan mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, serta jaringan layanan yang tersebar di 22 kota di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: