BPJS Kesehaan Tertekan, INDEF Usul Anggaran Dialihkan ke Layanan Kesehatan
Kredit Foto: Antara/Fauzan
Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai risiko fiskal yang membayangi BPJS Kesehatan perlu direspons melalui penguatan anggaran kesehatan dan langkah preventif yang lebih agresif untuk menekan beban klaim sekaligus menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.
Menurut Esther, pemerintah perlu mempertimbangkan alokasi anggaran yang lebih besar untuk sektor kesehatan masyarakat guna mengantisipasi peningkatan biaya layanan kesehatan di masa mendatang.
“Terkait risiko fiskal, lebih baik anggaran dialokasikan ke sektor kesehatan untuk cover kesehatan masyarakat daripada untuk MBG dan Kopdes,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Jumat (19/6/2026).
Selain dukungan anggaran, Esther menilai BPJS Kesehatan juga perlu memperkuat efisiensi internal agar pengelolaan biaya dapat berjalan lebih optimal. Upaya tersebut, menurutnya, harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat.
“Efisiensi internal BPJS harus dilakukan, selain itu juga edukasi ke masyarakat untuk bagaimana gaya hidup sehat harus selalu di-sounding,” katanya.
Ia menilai pendekatan preventif akan lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan hanya berfokus pada pembiayaan pengobatan. Salah satu langkah yang diusulkan adalah mendorong produksi pangan sehat sekaligus memberikan insentif bagi masyarakat untuk mengonsumsinya.
“Kemudian makanan sehat juga diberi insentif dan didorong produksinya lebih banyak,” ujarnya.
Menurut Esther, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menekan risiko klaim yang harus ditanggung BPJS Kesehatan maupun industri asuransi kesehatan secara umum.
“Agar life expectancy masyarakat Indonesia lebih baik dan risiko klaim asuransi kesehatan pun menurun,” katanya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan: Daftar Penyakit Tak Ditanggung dan Tak Bisa Dirujuk
Baca Juga: Peserta JKN Bisa Kena Denda hingga Rp20 Juta? Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
Baca Juga: BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Lulusan D3, Pendaftaran Tersedia Hingga Akhir Juni
Lebih lanjut, Esther menilai manfaat dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat akan dirasakan oleh perekonomian secara lebih luas. Masyarakat yang lebih sehat dinilai dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Selain itu, produktivitas tenaga kerja Indonesia juga bisa meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan kombinasi antara penguatan anggaran kesehatan, efisiensi pengelolaan BPJS Kesehatan, edukasi gaya hidup sehat, serta dukungan terhadap produksi pangan sehat perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi tekanan biaya kesehatan di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri