Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tolak Cap 'Abu-Abu' dari PKB, Ganjar Tegaskan PDIP Tetap Berada di Luar Kabinet Prabowo

        Tolak Cap 'Abu-Abu' dari PKB, Ganjar Tegaskan PDIP Tetap Berada di Luar Kabinet Prabowo Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menegaskan bahwa posisi politik partainya sudah sangat jelas berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang. Pernyataan ini sekaligus merespons sentilan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya meminta sikap politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut tidak abu-abu.

        Otoritas partai menegaskan bahwa posisi ini bukanlah sebuah keraguan, melainkan keputusan matang yang lahir dari mekanisme resmi kelembagaan tertinggi. Langkah politik ini diambil demi menjaga sehatnya pilar demokrasi nasional melalui fungsi kontrol yang berjalan secara objektif dan konstruktif.

        "Posisi PDI Perjuangan justru sangat jelas, kami berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi penyeimbang. Itu keputusan resmi partai, hasil mekanisme organisasi tertinggi, dan telah disampaikan secara terbuka kepada publik. Jadi, tidak ada yang abu-abu," kata Ganjar Pranowo kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

        Menjalankan peran sebagai penyeimbang bukan berarti oposisi buta yang serta-merta menolak seluruh program kerja kabinet baru. Partai akan tetap memberikan dukungan penuh terhadap regulasi yang pro-rakyat, namun bersiap melayangkan kritik tajam jika menemukan kebijakan yang melenceng dari pemenuhan hak-hak publik.

        Baca Juga: PKB Semprot PDIP: Jangan Main Dua Kaki, Oposisi Ya Oposisi!

        Mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga menyentil balik dinamika kepartaian di Indonesia mengenai konsistensi dalam garis perjuangan. Menurutnya, publik sudah cukup cerdas untuk menilai pihak mana yang teguh memegang prinsip, dan pihak mana yang akhirnya berbalik arah merapat ke barisan kekuasaan demi pragmatisme politik.

        "Yang membingungkan publik bukan partai yang konsisten menjadi penyeimbang, melainkan siapa yang pernah berhadapan, dan siapa yang akhirnya bergabung, lalu menggurui pihak lain soal konsistensi. Mari kita saling bercermin," pungkas Ganjar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: