Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pegiat media sosial Ade Armando menilai PDIP justru akan paling dirugikan jika bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, jika PDIP nekat masuk pemerintahan, partai banteng tidak lagi bisa vokal bersuara, sehingga berpotensi mengecewakan pendukungnya.
"PDIP dikenal publik justru karena keberanian dan ketegasan berbicara. Tapi di sisi lain, saya rasa yang akan merasakan konsekuensi serius dari masuknya PDIP ke dalam ruang koalisi kalau itu memang terjadi adalah PDIP sendiri," ungkap Ade dalam kanal YouTube COKRO TV, dikutip Selasa (23/6).
Ade menambahkan, jika PDIP melebur ke dalam koalisi, hampir pasti ada banyak kondisi yang membuat mereka tidak bisa lagi berteriak lantang.
'Bila PDIP melebur ke dalam koalisi, hampir pasti akan ada banyak kondisi yang menyebabkan mereka tak boleh lagi berteriak. Jika mereka mendadak menjadi sangat lunak tanpa penjelasan yang jelas, sebagian pendukung mereka bisa merasa kecewa," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid meminta PDI-P memperjelas sikap politiknya. Ia menilai, jika memilih berada di luar pemerintahan, sebaiknya PDI-P bersikap sebagai oposisi secara tegas, bukandengan posisi yang dianggap masih “abu-abu”.
Jazilul menekankan bahwa partai-partai koalisi sedang berjuang mewujudkan janji-janji Presiden Prabowo, sehingga sikap PDI-P perlu lebih jelas.
“Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," ujar Jazilul, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Koalisi Panik! PDIP Disebut Bisa Guncang Kekuasaan Prabowo–Gibran
Ia juga mempertanyakan konsep “partai penyeimbang” yang selama ini disampaikan PDI-P. Menurut Jazilul, sikap tersebut belum terlihat nyata dan menimbulkan kesan tidak konsisten.
"Belum, belum. Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu enggak paham," kata Jazilul.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: