Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Skandal Dapur Fiktif MBG, Andi Sinulingga Sentil Koperasi Desa

        Skandal Dapur Fiktif MBG, Andi Sinulingga Sentil Koperasi Desa Kredit Foto: Golkarpedia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Politisi Andi Sinulingga menyoroti temuan 100 titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang ternyata fiktif alias tidak nyata.

        Andi menilai kondisi program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut sudah sangat parah. Ia kemudian mempertanyakan program prestisius lain, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDM).

        "Sudah sebegitu parahnya, gimana dengan koperasi desa?, apakah clear tak ada korupsi besar di sana?," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (24/6).

        Sebelumnya, tim investigasi bersama koordinator wilayah menemukan adanya 100 titik dapur MBG di Cilacap yang ternyata fiktif.

        Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menjelaskan bahwa dari lebih 300 titik yang terdaftar, seratus di antaranya tidak memiliki bangunan maupun fasilitas layak. 

        "Dari hasil rapat bersama tim investigasi dan koordinator wilayah, ada lebih dari 300 titik yang terdaftar. Setelah didatangi kepala SPPG yang ditunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN), ternyata titik itu (100 titik) tidak ada bangunan apapun," katanya di sela aksi demonstrasi mendukung MBG di Alun-alun Cilacap, dikutip Rabu (24/6).

        Ammy menambahkan, lokasi-lokasi fiktif tersebut tersebar di berbagai wilayah, bahkan ada yang tercatat berada di tengah hutan, persawahan, hingga kuburan.

        "Ada yang lokasinya di tengah hutan, di tengah persawahan, bahkan ada yang di tengah kuburan," ujar Ammy.

        Baca Juga: Usulan Menkes Pasien TBC Terima MBG Bikin Nangis

        Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik pendirian SPPG yang belakangan ramai diperbincangkan. Ammy menegaskan, isu tersebut nyata dan harus segera dibenahi.

        "Jadi bahwa isu jual beli titik, kemudian titik fiktif itu benar adanya, ini yang harus kita benahi," tegas Ammy.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: