Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Sebut Implementasi B50 Bakal Pangkas Impor Minyak RI hingga 300 Ribu Barel per Hari

        Bahlil Sebut Implementasi B50 Bakal Pangkas Impor Minyak RI hingga 300 Ribu Barel per Hari Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan implementasi biodiesel B50 dapat mengurangi kebutuhan impor minyak mentah Indonesia hingga 300 ribu barel per hari.

        Menurut Bahlil, kebutuhan impor crude oil yang saat ini sekitar 1 juta barel per hari dapat turun menjadi 700 ribu barel per hari setelah penerapan B50.

        "Jadi artinya impor crude kita yang 1 juta barel per day itu tinggal sekitar 700 ribu barel per day karena 300 ribu barelnya itu dikonversikan dengan apa namanya B50, FAME itu," ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

        Bahlil mengatakan kebutuhan minyak Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak dalam negeri berada di kisaran 605 ribu barel per hari.

        "Nah ini kan kalau tidak dapat minyak di laut, tidak dapat minyak di darat, ya dapat minyak tumbuhan saja...Juli akan kita resemikan B50, itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar" katanya.

        Pemerintah berencana menerapkan B50 pada 1 Juli 2026. B50 merupakan bahan bakar solar dengan campuran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang diproduksi dari minyak kelapa sawit sebesar 50%.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan meluncurkan B50 pada Juli 2026.

        Baca Juga: Langkah Besar Prabowo: B50 Meluncur Juli Ini, Impor Solar Diklaim Berakhir

        Baca Juga: Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Biodiesel B50 Diyakini Bakal Perkuat Nilai Tukar Rupiah

        "Bulan Juli ini berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50, Solar akan kita olah dari kelapa sawit 50%. Dengan demikian kita tidak akan impor Solar lagi dari luar negeri, saudara-saudara sekalian. Kita akan menghemat banyak sekali," kata Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

        Prabowo juga mengatakan pemerintah menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada energi dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

        "Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita, saudara-saudara sekalian," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: