Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Blak-blakan Demo Bayaran, Prabowo Disebut Presiden Paling Asik

        Blak-blakan Demo Bayaran, Prabowo Disebut Presiden Paling Asik Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat Hukum Internasional Hasmi Bakhtiar menyoroti Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui siapa pihak yang mendanai demonstrasi.

        Hasmi mengapresiasi sikap terbuka Prabowo yang menurutnya menunjukkan karakter “asik” sebagai kepala negara. Ia menilai, orang yang biasanya blak-blakan tidak menyimpan dendam. Hasmi pun mendoakan agar Prabowo senantiasa diberi kesehatan.

        "Asik juga punya presiden begini. Blak-blakan di depan biasanya gak dendam di belakang. Sehat-sehat terus, Pak @prabowo," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (25/6).

        Dalam pidato di acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026), Prabowo menegaskan dirinya mengetahui siapa yang membayar aksi demonstrasi. Ia pun memberi peringatan keras..

        "Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo. Gue tahu itu," ujarnya.

        Prabowo menyebut para demonstran dibayar Rp200 ribu meski tidak memahami tujuan aksi.

        "Ditanya anak-anak demo, (mereka yang berdemo tapi dibayar) enggak ngerti. Mau demo apa ya? 'Em... em... Kami dibayar Rp 200 ribu.' Gitu ya," kata Prabowo menirukan pengakuan demonstran bayaran.

        Menurutnya, masyarakat Indonesia seharusnya mendukung pemerintah layaknya suporter sepak bola yang kompak mendukung timnya di tengah persaingan dengan negara lain.

        Baca Juga: Rosan Jalankan Arahan Prabowo Soal Konsolidasi BUMN, Buka Peluang Investasi dan Lapangan Kerja

        "Kita ini kalau merasa, kalau dalam pertandingan kita jadi suporter, dukung satu tim, 'Ayo maju, maju, maju'. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara. Harusnya bangsa ini kompak," jelasnya.

        "Jangan lagi main bawa bola, 'Salah, goblok!'. Lagi main di tengah lapangan disorakin. Jadi kayaknya kita tidak bangga dengan apa yang dihasilkan bangsa sendiri," imbuhnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: