Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diungkap Presiden Amerika, Turki Nyaris Ikut Perang Bersama Iran guna Melawan Israel

        Diungkap Presiden Amerika, Turki Nyaris Ikut Perang Bersama Iran guna Melawan Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Turki hampir terseret langsung dalam konflik Iran dan Israel. Menurut Trump, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sempat menjadi salah satu pemimpin yang berpotensi masuk ke dalam perang, bahkan berpihak kepada Iran.

        Trump mengaku secara langsung meminta Erdogan agar tidak ikut campur dalam konflik yang sempat memanas di Timur Tengah tersebut.

        Baca Juga: Tuntutan Demo Mahasiswa Hasil Kajian atau Bagian Upaya Menggembosi Pemerintah Prabowo, Kata Pengamat

        "Dia adalah kandidat utama untuk masuk ke perang bersama Iran, mungkin di pihak Iran, karena dia bukan penggemar besar Israel," ujar Trump, dikutip Jumat (26/6).

        Trump mengatakan permintaannya kepada Erdogan akhirnya direspons positif. Ia mengeklaim Presiden Turki memilih tidak membawa negaranya masuk ke dalam konflik bersenjata.

        "Saya memintanya untuk tetap di luar. Dia tetap di luar," kata Trump.

        Tak hanya itu, Trump juga melontarkan pujian kepada Erdogan. Menurutnya, Presiden Turki merupakan sosok pemimpin yang kuat dan selama ini selalu memenuhi setiap permintaan yang ia sampaikan.

        "Erdogan adalah pemimpin hebat, sosok yang sangat kuat. Semua yang pernah saya minta darinya, selalu dia lakukan," ucap Trump.

        Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah meningkatnya retorika keras pemerintah Turki terhadap Israel dalam beberapa pekan terakhir.

        Sejumlah pejabat senior Turki diketahui semakin vokal mengkritik kebijakan militer Israel. Bahkan, Menteri Dalam Negeri Turki sebelumnya sempat menyerukan agar Yerusalem "dibebaskan".

        Di sisi lain, Erdogan juga kembali menuding tindakan militer Israel di kawasan sebagai ancaman yang lebih luas bagi stabilitas regional. Ia menyebut operasi Israel di Lebanon dan Suriah juga berpotensi mengancam keamanan Turki.

        Meski hubungan Turki dan Israel pernah menjadi salah satu yang paling erat di kawasan, relasi kedua negara terus memburuk sejak Erdogan berkuasa. Ketegangan semakin meningkat setelah pecahnya perang di Gaza yang dipicu serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

        Menariknya, meski Trump mengklaim Turki hampir berpihak kepada Iran, tidak pernah ada indikasi resmi dari Ankara bahwa negara itu akan bergabung dalam perang. Bahkan, selama konflik berlangsung, wilayah Turki sempat terkena dampak serangan Iran.

        Baca Juga: Trump Klaim Posisi Amerika Sangat Kuat di Negosiasi dengan Iran: Kami Hajar Mereka Habis-habisan

        Pernyataan Trump pun menjadi sorotan karena membuka gambaran baru mengenai dinamika diplomasi di balik layar selama konflik Iran-Israel berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: