Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Jebol Rp18.000, Purbaya Salahkan Pengamat: Ngaku Indonesia Mau Hancur

        Rupiah Jebol Rp18.000, Purbaya Salahkan Pengamat: Ngaku Indonesia Mau Hancur Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bukan disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi Indonesia.

        Menurutnya, pelemahan rupiah lebih dipicu oleh sentimen negatif pasar akibat prediksi para pengamat yang menyebut Indonesia akan hancur.

        "Cuman emang rupiahnya melemah. Itu bukan karena pondasi ekonomi yang jelek. Tapi karena ada sentimen yang berlebihan di pasar, di kalangan pengamat yang mungkin enggak ngerti ekonomi, mereka bilang kita mau hancur," ungkapnya dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, dikutip Jumat (3/7).

        Ia menambahkan, prediksi tersebut juga memicu gelombang demonstrasi yang belakangan terjadi di Tanah Air. 

        "Di situlah angle di mana demo-dema itu masuk lagi. Tapi kalau fundamental yang lain kan lumayan bagus," imbuhnya.

        Sebagai informasi, tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS sudah berlangsung sejak awal tahun 2026. Tekanan paling berat terjadi sepanjang Mei dan Juni 2026, hingga mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah.

        Rupiah mengawali tahun di kisaran Rp16.700. Namun, memasuki bulan April, nilai mata uang Garuda mulai terseret turun dan tertahan di atas level Rp17.000 akibat ketidakpastian geopolitik global.

        Memasuki awal Mei, pelemahan semakin nyata dengan menembus angka Rp17.400 per dolar AS. Kondisi diperparah oleh rilis data domestik yang menunjukkan Indonesia mengalami defisit perdagangan pertama kali sejak 2020.

        Baca Juga: Kopdes di Tengah Hutan, Purbaya: Penyelewengan Pasti Ada, Bukan Surga!

        Pada 4 Juni 2026, Rupiah untuk pertama kalinya dalam sejarah resmi jebol ke atas level psikologis Rp18.000, bahkan sempat menyentuh level intraday terburuk di Rp18.234 per dolar AS pada pertengahan Juni.

        Pada perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2026), rupiah dibuka menguat ke Rp17.945 per dolar AS, naik tipis dari penutupan sebelumnya di Rp17.995.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: