Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Produksi CPO 2025 Tembus 51,66 Juta Ton, Mentan Optimistis Nilai Tambah Sawit Dinikmati Petani

        Produksi CPO 2025 Tembus 51,66 Juta Ton, Mentan Optimistis Nilai Tambah Sawit Dinikmati Petani Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Grafik kinerja sektor industri kelapa sawit dalam negeri dilaporkan sukses mencatatkan pertumbuhan yang sangat positif. Akumulasi volume produksi crude palm oil (CPO/minyak kelapa sawit mentah) nasional terpantau terus merangkak naik secara meyakinkan.

        Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan total perolehan produksi CPO sepanjang periode tahun 2025 tercatat berhasil menembus angka 51,66 juta ton. Capaian kuantitas fisik tersebut merepresentasikan tingkat pertumbuhan sebesar 7,3 persen dibandingkan tahun 2024.

        “Produksi CPO sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, meningkat dari 48,16 juta ton pada 2024 atau tumbuh 7,3 persen. Di saat yang sama, ekspor meningkat dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton, seiring semakin besarnya pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel,” tutur Amran dalam keterangan persnya, Jumat (10/7/2026).

        Maka dari itu, Amran optimistis implementasi B50 menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi industri sawit nasional. Menurutnya, meningkatnya pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel akan memperluas pasar domestik, meningkatkan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

        “Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Produksi sawit kita terus meningkat, ekspor juga tumbuh, sementara pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar. Artinya, nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani,” jelas Amran.

        Pertumbuhan produksi sawit yang melimpah ini terjadi seiring dengan semakin meluasnya pemanfaatan bahan baku biodiesel. Peningkatan performa hulu ini diposisikan sebagai jaminan pasokan bagi program berkelanjutan B50.

        Menurut Mentan Amran, implementasi B50 akan memperluas pasar domestik minyak sawit, meningkatkan permintaan tandan buah segar (TBS), memperkuat harga di tingkat petani, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di sentra-sentra perkebunan.

        Baca Juga: Hilirisasi Industri Sawit Nasional, Mentan Amran Tegaskan B50 Perkuat Pasar Domestik

        Baca Juga: Mentan Amran Gelontorkan Rp1,3 Triliun di Merauke, Perkuat Lumbung Pangan Papua Selatan

        “Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan produktivitas sawit melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat, serta penguatan hilirisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar dunia, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional,” ujar Amran.

        Kementerian Pertanian berupaya menjaga konsistensi produktivitas kelapa sawit rakyat lewat penyediaan bibit tersertifikasi. Tata kelola agribisnis yang profesional diharapkan mampu mengalirkan berkah finansial melimpah bagi petani.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: