Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Menguat ke Rp17.958 per dolar AS, Analis Waspadai Rebound Dolar AS

        Rupiah Menguat ke Rp17.958 per dolar AS, Analis Waspadai Rebound Dolar AS Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (17/7/2026), didukung sentimen positif dari dalam negeri meski penguatannya diperkirakan masih terbatas akibat menguatnya kembali dolar AS di pasar global.

        Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.958 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 28 poin atau sekitar 0,16 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

        Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah ditopang oleh sentimen domestik yang masih solid setelah lembaga pemeringkat S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia.

        "Sentimen domestik sendiri masih cukup positif paska penetapan rating kredit oleh S&P yang masih mendukung rupiah," kata Lukman kepada Warta Ekonomi, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

        Meski demikian, ia memperkirakan ruang penguatan mata uang Garuda masih terbatas. Hal tersebut dipengaruhi oleh rebound Indeks Dolar AS (DXY) yang mencerminkan pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia.

        Pada pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS tercatat berada di level 100,753 setelah pada perdagangan sebelumnya menguat sekitar 0,28 persen.

        "Namun penguatan diperkirakan terbatasi oleh rebound pada indeks dolar AS oleh pernyataan hawkish pejabat-pejabat the Fed semalam," tuturnya.

        Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat Tinggalkan Level Rp18.000, Ini Faktor Pendorongnya

        Baca Juga: BI Rate Berpeluang Naik ke 6%, Rupiah Diproyeksi Menguat

        Selain faktor tersebut, Lukman juga menilai ketidakpastian global masih membayangi pasar keuangan. 

        Menurutnya, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta sentimen risk-off di pasar saham akibat aksi jual saham-saham teknologi berpotensi menahan laju penguatan rupiah.

        "Eskalasi di timteng serta sentimen risk off di pasar ekuitas dari aksi jual saham teknologi," tutupnya.

        Lukman proyeksi pada hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp17.900  hingga Rp18.050 per dolar AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: