Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Boncos? Pentagon Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Capai Rp 671 Triliun

        Amerika Boncos? Pentagon Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Capai Rp 671 Triliun Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengungkap biaya perang melawan Iran telah mencapai US$ 37,5 miliar atau sekitar Rp 671,7 triliun. Angka itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat di parlemen AS pada Selasa (21/7/2026) waktu setempat.

        Pernyataan tersebut menjadi penjelasan resmi pertama dari Pentagon sejak konflik kembali memanas. Pemerintah AS juga tengah mengupayakan tambahan anggaran darurat untuk mendukung operasi militer yang masih berlangsung.

        Hegseth mengatakan nilai US$ 37,5 miliar mencakup sejumlah komponen biaya perang hingga 30 September mendatang. Namun Pentagon tidak menjelaskan secara rinci metode perhitungan anggaran tersebut.

        Sebelumnya, pada Maret lalu, sumber Reuters menyebut enam hari pertama perang melawan Iran telah menghabiskan sedikitnya US$ 11,3 miliar atau sekitar Rp 202,3 triliun. Nilai itu kini terus bertambah seiring berlanjutnya operasi militer.

        Presiden Donald Trump juga telah mengajukan permintaan anggaran tambahan hampir US$ 90 miliar atau sekitar Rp 1.611 triliun kepada Kongres AS. Sebagian besar dana itu dialokasikan untuk mendukung konflik dengan Iran.

        Permintaan tersebut diperkirakan memicu perdebatan baru di Kongres. Sejumlah anggota parlemen mulai mempertanyakan keberlanjutan perang yang dinilai membebani keuangan negara.

        Isu perang Iran juga diperkirakan menjadi salah satu bahan kampanye menjelang pemilu sela Amerika Serikat yang akan digelar enam bulan lagi. Partai Demokrat berupaya mengaitkan besarnya biaya perang dengan meningkatnya persoalan biaya hidup masyarakat.

        Baik politisi Partai Republik maupun Demokrat sebelumnya telah mengkritik pemerintahan Trump. Mereka menilai Gedung Putih tidak memberikan informasi yang memadai terkait operasi militer maupun rencana perang terhadap Iran.

        "Presiden melontarkan ancaman eskalasi dan kejahatan perang, dan mengisyaratkan bahwa hal ini bisa menjadi perang tanpa akhir lainnya," kritik Senator Demokrat Patty Murray dalam rapat dengar pendapat tersebut.

        Baca Juga: Amerika Klaim Perang Iran Sudah Dimulai 47 Tahun Lalu, Bukan di Era Donald Trump

        Meski mendapat kritik, Hegseth tetap meminta Kongres menyetujui tambahan anggaran perang. Ia juga mendesak persetujuan anggaran pertahanan Amerika Serikat sebesar US$ 1,5 triliun untuk tahun anggaran 2027.

        "Tidak mendanai departemen ini dengan anggaran US$ 1,5 triliun, menurut saya, merupakan ancaman terbesar yang dihadapi negara kita," ujar Hegseth.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: