Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku pernah dibujuk oleh adiknya, Fifi Lety Tjahaja Purnama, untuk mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
Fifi, yang berprofesi sebagai pengacara, menilai Prabowo sangat loyal terhadap para pendukungnya dan sempat meyakinkan Ahok bahwa ia bisa menjadi menteri jika berpihak kepada Prabowo.
Saat itu, Ahok masih menjalani hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, terkait kasus penodaan agama pada Mei 2017. Ia resmi bebas pada 24 Januari 2019.
"Jadi begitu keluar, elu mesti dukung Prabowo, lu jadi Menteri, Prabowo mengutamakan loyalis. Buat Pak Prabowo loyal nomor satu," kata Ahok dalam kanal YouTube Helmy Yahya, dikutip Kamis (30/7).
Namun, politikus PDI Perjuangan itu tetap berpegang pada prinsip untuk tidak berkhianat. Ia menegaskan bahwa kesetiaan adalah nilai yang diajarkan oleh ayahnya.
Baca Juga: Soal Babinsa Terlibat Pengawasan Pajak, Ahok: Bukan Sekedar Menagih
"Pas pagi saya baca tulisan a friend is always loyal. Itu yang diajarkan bapak saya. Bahwa teman tidak boleh mengkhianati teman," pungkasnya.
Seperti diketahui, pada Pilpres 2019 Ahok secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo–K.H. Ma’ruf Amin. Dukungan itu ia nyatakan terbuka setelah bergabung menjadi kader PDI Perjuangan pada Januari 2019, sesaat setelah bebas dari Mako Brimob.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya