Pantas Prabowo Ogah Campuri Kasus Ijazah? Orang PDIP Bongkar Peran Jokowi di Gerindra
Kredit Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih terus menjadi perbincangan publik. Di tengah sorotan terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai belum mengambil langkah terkait polemik tersebut, muncul pengakuan soal hubungan Jokowi dengan Partai Gerindra pada masa awal berdirinya.
Fakta itu diungkap mantan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo dalam podcast Akbar Faizal Uncensored. Pria yang akrab disapa Rudy itu mengungkapkan bahwa Jokowi sempat membantu pembentukan kepengurusan Partai Gerindra di Solo menjelang Pemilu 2009.
"Beliau mendirikan Partai Gerindra saat menjadi Walikota Solo," kata Rudy.
Gerindra sendiri diketahui didirikan oleh Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan Hashim Djojohadikusumo pada 6 Februari 2008. Meski demikian, Rudy menjelaskan Jokowi tidak tercatat dalam struktur kepengurusan partai karena hanya membantu proses pembentukannya.
Baca Juga: Mantan Pengurus PDIP Ngaku Sudah Curigai Ijazah Jokowi Sejak 2012: Waktu Itu..
Terlepas dari itu, tak sedikit yang beranggapan Presiden Prabowo merasa punya utang budi kepada Jokowi.
Terkait hal tersebut, praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra menilai Prabowo hingga kini memang masih belum mengambil sikap tegas terhadap polemik dugaan ijazah Jokowi karena masih merasa sungkan.
Sri Radjasa mengaku pernah menanyakan persoalan tersebut kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat dirinya dipanggil ke kediaman Prabowo di Kartanegara menjelang Lebaran 2026.
Menurut klaim Sri Radjasa, Prabowo sebenarnya telah mengingatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap Roy Suryo dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam polemik ijazah. Namun, menurutnya, Roy Suryo tetap ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Istana Cuek Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok: Kita Bekerja untuk Rakyat, Bukan Survei
"Saya bilang apa langkahnya, presiden sudah mengingatkan Kapolri agar tidak ada kriminalisasi terhadap Roy Suryo. Tapi ternyata apa tetap aja terjadi kriminalisasi terhadap Roy Suryo cs kan gitu," ucapnya dalam kanal YouTube 245 TV.
"Nah di sini kita bisa lihat ya kan bagaimana Presiden masih tidak apa ya masih ada ewoh lah gitu ya untuk menyentuh persoalan-personal Jokowi yang seperti itu," imbuhnya.
Padahal, Sri Radjasa berpendapat polemik ijazah Jokowi kini telah berkembang menjadi isu yang lebih luas.
"Artinya tingkat bukan sekedar ini ijazah palsu tapi sudah menyangkut kepada kehidupan berbangsa bernegara kan gitu. Harusnya kan ini diambil sikap dong oleh presiden. Tapi nggak sampai hari ini," ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri