Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Sekadar Gulingkan Infantino, UEFA Siapkan Skema Rotasi Presiden FIFA

        Bukan Sekadar Gulingkan Infantino, UEFA Siapkan Skema Rotasi Presiden FIFA Kredit Foto: AFP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        UEFA dikabarkan tidak hanya menentang Gianni Infantino, tetapi juga mulai menyiapkan perubahan besar dalam sistem kepemimpinan FIFA. Salah satu gagasan yang muncul adalah merotasi jabatan presiden FIFA di antara konfederasi sepak bola dunia.

        Rencana tersebut muncul setelah hubungan UEFA dan Infantino kembali memanas. Konflik itu salah satunya dipicu rencana penjualan saham Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan.

        Negara-negara anggota UEFA disebut masih solid dalam menyikapi persoalan tersebut. UEFA juga telah menunjukkan sikap bersama AFC dan CONCACAF melalui surat yang disampaikan beberapa hari lalu.

        Namun, UEFA kini disebut mulai memikirkan langkah yang lebih jauh. Mereka dikabarkan ingin mengurangi konsentrasi kekuasaan di tangan presiden FIFA melalui sistem rotasi jabatan.

        Dilansir The Independent, gagasan tersebut mengusulkan agar posisi presiden FIFA diberikan secara bergantian kepada perwakilan enam konfederasi. Konfederasi yang dimaksud adalah UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, dan OFC.

        Dengan sistem tersebut, jabatan orang nomor satu FIFA tidak akan terus berada di bawah pengaruh satu konfederasi. Kepemimpinan FIFA nantinya dapat berganti berdasarkan giliran yang telah disepakati.

        Pembahasan mengenai gagasan tersebut disebut berlangsung di Salzburg, Austria. Sejumlah tokoh berpengaruh di FIFA dan UEFA berkumpul di kota tersebut dalam rangkaian Piala Super Eropa.

        Sistem rotasi kepemimpinan sebenarnya bukan gagasan yang sepenuhnya baru. Mekanisme serupa telah digunakan dalam sejumlah organisasi kontinental dan lembaga multinasional.

        Gagasan tersebut juga disebut akan disertai penguatan struktur administrasi di sekitar kantor kepresidenan FIFA. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan organisasi terhadap figur presiden.

        Baca Juga: Perang UEFA Vs FIFA Memanas, 5 Turnamen Terancam Diboikot Negara Eropa

        Meski demikian, langkah UEFA tersebut masih menghadapi tantangan. Infantino hingga kini masih memiliki dukungan dari sejumlah besar negara anggota FIFA.

        Karena itu, rencana rotasi presiden FIFA belum tentu langsung mengubah posisi Infantino. Gagasan tersebut lebih menunjukkan bahwa UEFA mulai menyiapkan opsi jangka panjang terkait tata kelola sepak bola dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: