Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenkes Kerahkan Rumah Sakit Lapangan untuk Pulihkan Layanan NTT

        Kemenkes Kerahkan Rumah Sakit Lapangan untuk Pulihkan Layanan NTT Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan rumah sakit lapangan untuk menjaga layanan rujukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah dua rumah sakit di wilayah terdampak gempa berhenti beroperasi total.

        Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan pasien, terutama korban trauma yang mendominasi kasus rujukan.

        “Fokus kita adalah jangan sampai yang meninggal itu bertambah sehingga para pasien yang luka itu bisa tertangani dengan baik,” kata Budi saat Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Senayan, Kamis (27/8/2026).

        Menurutnya, pemerintah telah mengidentifikasi hampir 95% pasien yang masuk kategori triase merah dan kuning. Kelompok tersebut menjadi prioritas karena membutuhkan penanganan lebih cepat.

        “Dari tujuh rumah sakit di tujuh kabupaten terdampak, dua berhenti operasi total yaitu satu di Nagekeo, satu lagi yang ada di Manggarai. Itu adalah dua rumah sakit yang kita amati tidak bisa beroperasi,” ungkapnya.

        Kemudian, Kemenkes mengirimkan rumah sakit lapangan untuk memastikan layanan rujukan tetap berjalan. Adapun rumah sakit lapangan itu dikirim pada 17 Agustus dan mulai beroperasi pada malam 18 Agustus di Ruteng dan Nagekeo.

        “Di hari kedua kita sudah tahu, jadi 16 kita sudah tahu sehingga kita putuskan untuk mengirimkan rumah sakit lapangan. Tanggal 17 dikirim, tanggal 18 malam sudah beroperasi yang di Ruteng yang di Nagekeo sebelumnya jadi dalam kurang waktu satu minggu sudah mulai bisa beroperasi penuh layanan kesehatan rujukan untuk pasien yang triasenya merah dan kuning,” jelasnya.

        Budi mengatakan pasien yang dirujuk didominasi korban trauma akibat gempa, seperti trauma kepala, trauma dada, serta patah tulang tangan dan kaki.

        Baca Juga: 166 Puskesmas NTT Rusak, Kemenkes Ungkap Pemulihan Bisa Makan Waktu Setahun

        Baca Juga: BGN Gandeng Kemenkes dan Ahli untuk Benahi Tata Kelola MBG

        “Ini adalah titik-titik rawatan rujukan untuk pasien-pasien yang merah dan memang yang paling banyak adalah trauma. Bisa trauma kepala, trauma dada, banyak juga patah tangan, patah kaki itu banyak sekali karena ini gempa,” jelas Budi.

        Untuk menjaga wilayah yang susah diakses, Kemenkes berkoordinasi dengan Basarnas menggunakan helikopter. Lalu, untuk evakuasi di jalur darat dan memanfaatkan Rumah Sakit Kapal Airlangga untuk mendekati masyarakat di wilayah pesisir utara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: