Kredit Foto: Istihanah
Harga beras di pasaran mulai bergerak naik. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas pun mengakui kenaikan tersebut, yang menurutnya tak lepas dari kondisi produksi petani di tengah musim kemarau kering.
Zulhas menyebut kondisi paceklik membuat produksi padi menurun sehingga pasokan beras ikut berkurang. Ketika produksi tidak mencukupi kebutuhan pasar, harga pun terdorong naik karena adanya hukum supply and demand.
"Tahun ini kering, hampir tidak ada lagi sawah petani yang produksi, yang kita sebut paceklik, atau gadu. Jadi nggak ada produksi. Oleh karena itu, karena supply and demand, ya, tidak ada produksi, pasti harganya naik. Ada naik Rp100, ada Rp200," kata Zulhas.
Baca Juga: PSI: MK Tidak Bisa Batalkan Gibran sebagai Wapres, yang Bisa Hanyalah...
Menurut Zulhas, situasi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya saat Indonesia mengalami kemarau basah sehingga hujan masih turun hingga Desember. Kondisi tersebut membuat petani tetap bisa menanam padi dan pasokan beras dari produksi petani masih tersedia di pasar.
Untuk mengantisipasi harga yang terus merangkak akibat minimnya pasokan, pemerintah pun mengambil langkah dengan menambah alokasi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Beras subsidi tersebut nantinya digelontorkan ke pasar pada periode Oktober hingga Desember 2026.
Tambahan pasokan itu diharapkan dapat membantu menahan laju kenaikan harga. Zulhas menyebut beras SPHP medium yang mendapatkan subsidi pemerintah ditargetkan bisa dijual di pasar dengan harga sekitar Rp12 ribu-Rp12.500 per kg.
"Untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan kita tambah suplainya untuk yang beras subsidi yang kita kenal dengan SPHP. Kita tambah lagi tadi 1 juta, 1 juta SPHP medium," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Seluruh Warga Punya Rekening BRI-BSI, Alasannya...
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan tambahan alokasi tersebut bahkan lebih besar dari usulan awal Bulog. Sebelumnya, dalam rapat bersama Zulhas, Bulog mengajukan tambahan sekitar 400 ribu ton karena stok SPHP yang tersedia di gudang tinggal sekitar 100 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
Meski demikian, pemerintah justru memutuskan memberikan tambahan alokasi hingga 1 juta ton kepada Bulog. Tak berhenti pada penambahan SPHP, pemerintah juga memutuskan merapel bantuan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.
Zulhas mengatakan bantuan untuk desil 1 hingga desil 4 yang mencakup lebih dari 33 juta orang akan diberikan sekaligus sebanyak 30 kg.
Artinya, bantuan tersebut tidak diberikan 10 kg setiap bulan seperti skema sebelumnya. Zulhas menyebut total beras yang akan disalurkan melalui skema tersebut mencapai sekitar 900 ribu ton hingga hampir 1 juta ton.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: