Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rangka Motor Jadi Petunjuk, Misteri Hilangnya Kakak-Adik di Banyuasin Terbongkar Setelah 5 Tahun

        Rangka Motor Jadi Petunjuk, Misteri Hilangnya Kakak-Adik di Banyuasin Terbongkar Setelah 5 Tahun Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Misteri hilangnya dua kakak-adik perempuan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak 2021 akhirnya terbongkar setelah warga menemukan rangka sepeda motor di sebuah parit. Penemuan itu kemudian mengarahkan polisi ke sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi, tempat dua kerangka manusia ditemukan pada Minggu (6/9/2026).

        Penemuan bermula ketika seorang buruh harian lepas bernama Rohani alias Otong sedang mencari kayu gelam di sekitar kawasan tersebut. Ia melihat rangka sepeda motor yang telah terbakar di dalam parit saluran air yang sudah kering, lalu menghubungi ketua RT untuk memeriksa temuan tersebut.

        Saat lokasi diperiksa, kecurigaan mengarah ke sebuah rumah kosong yang berada tidak jauh dari parit tersebut. Di dalam rumah itu ditemukan tulang-belulang manusia yang kemudian dilaporkan kepada Polsek Talang Kelapa untuk dilakukan penyelidikan dan identifikasi.

        Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kedua korban. Barang tersebut antara lain tas sekolah, buku pelajaran, seragam SMP dan SMA, jilbab, sepatu, serta sejumlah barang pribadi dan perhiasan yang membantu proses identifikasi korban.

        Hasil pemeriksaan polisi kemudian mengungkap bahwa kedua kerangka tersebut merupakan kakak-adik yang dilaporkan hilang sejak 27 Oktober 2021. Saat itu, keduanya berangkat menuju sekolah menggunakan sepeda motor sekitar pukul 07.00 WIB, tetapi tidak pernah kembali ke rumah hingga keluarga melaporkan kehilangan mereka.

        Pengungkapan kasus berlangsung cepat setelah identitas korban diketahui. Polisi menangkap Rendi Saputra dan Andika di lokasi berbeda pada hari yang sama, hanya beberapa jam setelah penemuan kerangka di rumah kosong tersebut.

        Salah satu tersangka, Rendi, disebut merupakan orang yang dikenal oleh salah satu korban dan diduga pernah menjalin hubungan dengan korban. Dari pemeriksaan awal, polisi kemudian mendapatkan informasi yang mengarah pada keterlibatan Andika dalam kasus tersebut.

        Kapolsek Talang Kelapa AKP Mukhis mengatakan kedua korban diduga mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan peran masing-masing tersangka serta motif di balik pembunuhan.

        Polisi juga menemukan bahwa lokasi rumah kosong tersebut diduga berkaitan dengan rangkaian peristiwa yang terjadi pada 2021. Rangka sepeda motor yang ditemukan di parit menjadi salah satu petunjuk penting yang membawa penyidik menemukan lokasi tempat kerangka kedua korban berada.

        Setelah hampir lima tahun tanpa kepastian, keluarga akhirnya mendapatkan titik terang mengenai nasib kedua korban. Namun, polisi masih harus melengkapi alat bukti dan mengurai secara utuh bagaimana kedua korban dibunuh serta bagaimana jenazah mereka kemudian ditinggalkan di rumah kosong tersebut.

        Baca Juga: Soroti Pendidikan Gibran, Mercy Sihombing Akui Dapat Ancaman Pembunuhan: Ada Pesan...

        Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino memastikan dua kerangka yang ditemukan merupakan korban pembunuhan. Rendi Saputra dan Andika kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana atau pembunuhan sebagaimana ketentuan Pasal 459 dan Pasal 458 KUHP.

        Atas sangkaan tersebut, kedua tersangka terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun. Ancaman hukuman tersebut masih berada dalam proses hukum dan tidak mengubah posisi kedua orang tersebut sebagai tersangka yang harus dibuktikan kesalahannya melalui persidangan.

        Kasus ini sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga korban yang selama hampir lima tahun tidak mengetahui keberadaan kedua kakak-adik tersebut. Berawal dari temuan sederhana berupa rangka motor di dalam parit, polisi akhirnya menemukan petunjuk yang membuka kembali kasus hilangnya dua perempuan tersebut hingga berujung pada penangkapan dua tersangka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: