Cara Baru Daftar Bansos 2026: Luhut Siapkan 250 Ribu Agen Perlinsos Digital, Tak Perlu Ribet Urus Berkas
Kredit Foto: Youtube IDN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan sebanyak 48 juta kepala keluarga (KK) terdaftar dalam sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital pada Desember 2026.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini, sebanyak 4,3 juta KK telah terdaftar di 258 kabupaten/kota yang menjadi lokasi uji coba.
Untuk mempercepat perluasan sistem tersebut, pemerintah akan memperbanyak Agen Perlinsos hingga ke tingkat masyarakat.
Luhut mengatakan khusus wilayah Jawa, kebutuhan Agen Perlinsos diperkirakan mencapai sekitar 250 ribu orang. Agen tersebut nantinya melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI baik di tingkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Luhut menyampaikan koordinasi dengan gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta Pangdam, Kapolda, hingga Dandim dari ketiga wilayah dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan uji coba Perlinsos Digital.
Menurut Luhut, pelibatan ASN dan aparat kewilayahan diperlukan karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi warga hingga tingkat lapangan.
"Kita wajib memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif dengan melibatkan ASN, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas," ujar Luhut.
Namun, Luhut menegaskan Agen Perlinsos tidak memiliki kewenangan menentukan seseorang berhak menerima bantuan sosial atau tidak.
Mereka hanya berfungsi sebagai "loket pelayanan bergerak" yang membantu masyarakat melakukan pendaftaran atau mengajukan permohonan kapan saja dan di mana saja.
Penentuan penerima bantuan, kata Luhut, tetap dilakukan melalui proses verifikasi sistem berdasarkan integrasi data nasional.
Warga Bisa Ajukan Sanggahan Desil
Luhut mengatakan sistem baru tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat yang merasa membutuhkan bantuan untuk mendaftar secara mandiri.
Masyarakat juga dapat mengajukan sanggahan terhadap data desil agar kondisi sosial ekonominya dapat ditinjau kembali melalui sistem.
Menurut Luhut, mekanisme tersebut diharapkan memangkas proses pengajuan bantuan yang selama ini berlangsung melalui sekitar tujuh tahapan berjenjang.
Ia menilai digitalisasi dapat membuat proses pengajuan dan verifikasi bantuan sosial menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi risiko salah sasaran.
Target 48 Juta KK pada Desember
Pemerintah saat ini masih menjalankan tahap uji coba Perlinsos Digital di 258 kabupaten/kota. Dari proses tersebut, 4,3 juta KK telah masuk dalam sistem.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 48 juta KK pada Desember 2026.
Luhut mengatakan perluasan Agen Perlinsos menjadi salah satu strategi untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak kesulitan mengakses sistem.
Masyarakat yang ingin berkontribusi sebagai Agen Perlinsos dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi Kementerian Sosial.
Pemerintah menargetkan sistem tersebut mampu memperluas akses perlindungan sosial sehingga warga yang memenuhi kriteria tidak kehilangan hak bantuan hanya karena belum tercatat atau mengalami kendala dalam mengakses layanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat