Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (9/9/2026) di zona hijau. IHSG naik 14,39 poin atau 0,22% ke level 6.700,84.
Namun, penguatan tersebut tak bertahan lama. Tiga menit setelah perdagangan dibuka, IHSG berbalik ke zona merah. Sepanjang awal sesi, indeks bergerak pada level tertinggi 6.707,30 dan terendah 6.680,54.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 299 saham tercatat menguat, sementara 60 saham melemah dan 303 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatat volume sekitar 305,71 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp200,14 miliar.
Waspadai Aksi Profit Taking
IHSG diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dan menguji area 6.700-6.750 pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Meski demikian, investor perlu mencermati potensi aksi ambil untung setelah penguatan indeks.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut sentimen eksternal masih menjadi perhatian pasar. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026), antara lain dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta spekulasi mengenai arah suku bunga Federal Reserve.
Pelaku pasar kini menunggu rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama data inflasi yang dijadwalkan keluar pada Kamis dan Jumat.
"Data tersebut dinilai penting karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter The Fed," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, hubungan perdagangan AS dan Kanada kembali menjadi sorotan setelah ketegangan di antara kedua negara meningkat.
Dari dalam negeri, tingkat keyakinan konsumen Indonesia diperkirakan membaik pada Agustus 2026 menjadi 117 dari posisi 116,8 sebelumnya. Data tersebut menjadi salah satu sentimen yang dapat menopang pergerakan pasar domestik.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Uji 6.700, Investor Diminta Waspadai Profit Taking
Baca Juga: BEI Gembok 2 Saham Ini, Ada yang Cetak ARA hingga 8 Kali
Baca Juga: Bank Kasikorn (BMAS) Siap Right Issue Rp1 Triliun, Ini Penggunaannya
Pergerakan sejumlah aset global juga menjadi perhatian. Harga minyak mentah naik lebih dari 2% pada Selasa (8/9/2026). Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10 tahun sempat menyentuh 4,812% sebelum ditutup di level 4,786%.
Berbeda dengan minyak, harga emas spot terkoreksi 0,4% ke posisi US$4.385 per troy ounce.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700–6.750. Namun, kenaikan indeks perlu diikuti kewaspadaan terhadap aksi profit taking yang dapat menahan laju penguatan.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memilih sejumlah saham sebagai top picks, yakni TOWR, AMMN, MDKA, MBMA, COCO, dan INDY.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: