Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ESDM Targetkan Uji B50 di Kereta Api Selesai Desember

        ESDM Targetkan Uji B50 di Kereta Api Selesai Desember Kredit Foto: KAI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih melanjutkan pengujian penggunaan biodiesel B50 pada sektor perkeretaapian, meski mandatori campuran 50 persen biodiesel telah berjalan sejak 1 Juli 2026. Pemerintah menargetkan rangkaian pengujian di kereta api selesai pada Desember 2026.

        Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pengujian B50 pada sejumlah sektor pengguna telah rampung, antara lain sektor otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, serta pembangkit listrik dan genset.

        Namun, pengujian B50 di perkeretaapian masih berlangsung. “Pelaksanaan uji sebetulnya masih satu yang berlangsung yaitu kereta api. Kalau untuk yang lain untuk sektor otomotif, sektor alsintan, sektor alat berat pertambangan, angkutan laut, dan pembangkit listrik atau genset telah selesai dilakukan,” kata Eniya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa, (8/9/2026).

        Eniya mengatakan pemerintah masih menunggu sejumlah hasil pengujian dari sektor kereta api. “Dan saat ini kami masih menunggu beberapa hasil yang dari perkeretaapian. Jadi targetnya selesai di Desember 2026,” ujarnya.

        Pengujian B50 di sektor perkeretaapian sebelumnya telah dimulai pada April 2026. Uji teknis dilakukan pada genset kereta api di Yogyakarta dan lokomotif pada lintasan Surabaya–Jakarta untuk menilai performa mesin, konsumsi bahan bakar, emisi, kondisi komponen, serta ketahanan sarana dalam operasi.

        Dalam uji genset kereta, pemerintah menargetkan pengoperasian hingga 2.400 jam pada rangkaian yang melayani rute Yogyakarta–Jakarta. Adapun pengujian pada lokomotif dirancang berlangsung selama enam bulan.

        Pengujian pada kereta api menjadi tahapan terakhir dari rangkaian uji B50 lintas sektor. Eniya mengatakan pengujian tersebut melibatkan pengguna serta mesin bermerek Eropa, yang disebut baru pertama kali berpartisipasi dalam pengujian B50 di Indonesia.

        “Berbagai uji ketahanan ini telah dibuktikan oleh user dan baru saat rontes B50 ini banyak sekali diikuti oleh user dan kali ini juga baru diikuti oleh mesin-mesin bermerek dari Eropa,” kata Eniya.

        Baca Juga: Enam Bulan Dites di 3 Perusahaan Tambang, ESDM Klaim B50 Tak Bermasalah

        Baca Juga: ESDM Buka Rincian PLTS 100 GWp, 54,7 GWp Masuk RUPTL PLN

        Meski pengujian perkeretaapian belum rampung, pemerintah telah memberlakukan B50 secara nasional sejak 1 Juli 2026. ESDM mencatat penyaluran biodiesel hingga 7 September 2026 telah mencapai 10,69 juta kiloliter, yang terdiri atas penyaluran B40 sejak awal tahun dan B50 setelah kebijakan baru diterapkan.

        Implementasi B50 masih berada dalam masa transisi. Pemerintah memberikan relaksasi bagi badan usaha untuk menghabiskan stok B40 hingga 30 September 2026. Di tingkat distribusi, PT Pertamina Patra Niaga mencatat 6.050 dari 6.412 SPBU penyalur biosolar telah menjual B50, sedangkan 362 SPBU masih menyalurkan B40.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: