Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gudang Garam Setop Capex Bandara Dhoho, Siapkan Rp2 Triliun untuk Jalan Tol

        Gudang Garam Setop Capex Bandara Dhoho, Siapkan Rp2 Triliun untuk Jalan Tol Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mulai mengerem belanja modal untuk sejumlah proyek di luar bisnis rokok. Salah satunya Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, yang hingga kini belum memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan.

        Bandara tersebut dikembangkan melalui anak usaha GGRM, PT Surya Dhoho Investama (SDHI). Namun, perseroan memastikan tidak ada lagi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dialokasikan untuk proyek bandara tersebut.

        Direktur GGRM Istata Taswin Siddharta mengatakan Bandara Dhoho merupakan proyek jangka panjang sehingga kontribusinya terhadap perusahaan belum dapat dirasakan dalam waktu dekat.

        “Bandara ini merupakan proyek jangka panjang. Sampai saat ini belum memberikan kontribusi positif buat perusahaan, dan itu kami perkirakan tetap seperti itu buat beberapa tahun ke depan,” kata Istata dalam konferensi pers Public Expose Live, Kamis (10/9/2026).

        Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan GGRM tidak lagi menyiapkan capex untuk Bandara Dhoho Kediri.

        Bukan hanya bandara, GGRM juga tidak berencana menambah belanja modal untuk kegiatan operasional bisnis rokok. Perseroan kini lebih mengarahkan belanja modal ke proyek infrastruktur yang dinilai masih membutuhkan pendanaan untuk melanjutkan pembangunan.

        Salah satunya proyek jalan tol Kediri-Tulungagung yang dikerjakan melalui anak usaha PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT).

        Baca Juga: GGRM vs HMSP: Siapa Paling Cuan di Semester I-2026?

        Baca Juga: Gudang Garam Suntik Ratusan Miliar ke Bandara Ini

        Baca Juga: Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi US$1,4 Miliar di Luar Negeri, Ini Kata Grup Djarum

        Jalan tol tersebut memiliki panjang total 44,17 kilometer, terdiri dari akses menuju Bandara Dhoho Kediri sepanjang 6,82 kilometer serta ruas utama Kediri-Mojo-Tulungagung sepanjang 37,35 kilometer.

        Untuk melanjutkan pembangunan jalan tol tersebut, GGRM menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun pada tahun ini.

        “Yang akan ada itu capex buat progres pembangunan jalan tol. Estimasi kami tahun ini sekitar antara satu hingga dua triliun,” ujar Istata.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: