Rp11 Triliun Buat Rekening Massal Dikritik: Apa Gunanya Punya Buku Tabungan Kalau Gak Ada Uang?
Kredit Foto: Freepik.com/jcomp
Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif menyoroti rencana pemerintah yang menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun untuk program pembukaan rekening secara massal bagi lebih dari 200 juta warga negara Indonesia.
Arif mempertanyakan sumber inspirasi dan kajian dari ide program tersebut. Menurutnya, tidak mungkin kebijakan hanya lahir dari keinginan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh rakyat memiliki rekening bank.
"Dari mana ya inspirasi kebijakan pemerintah? Masak hanya karena Pak Presiden ingin ini atau itu lalu jd sebuah kebijakan? Apakah sudah ada kajiannya?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (10/9).
Ia menambahkan, meski tidak memahami ekonomi secara mendalam, ia mencoba mencerna dengan akal sehat.
"Rp 11 triliun untuk membuka 200 juta rekening untuk rakyat memang terdengar wow, tapi so what? Kalau negara hanya membayar Rp50.000 agar setiap orang punya rekening, sementara mereka tetap tak punya pendapatan cukup untuk mengisinya, apa yang sebenarnya dibangun? akses finansial atau sekadar angka administratif?" ujarnya.
Menurut Arif, ukuran keberhasilan seharusnya bukan jumlah rekening yang dibuka, melainkan berapa yang aktif digunakan untuk menabung, menerima penghasilan, mengakses pembiayaan produktif, dan memperkuat ketahanan ekonomi.
"Jangan sampai Rp11 triliun habis untuk membuat 200 juta rekening, tetapi rakyat tetap tidak punya uang di dalamnya. Entahlah," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN untuk mendanai program pembuatan rekening bank secara massal bagi masyarakat.
"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dolar AS) atau sekitar Rp 11 T (triliun) lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dana tersebut dialokasikan untuk memberi setoran awal sebesar Rp50.000 di setiap rekening baru masyarakat secara gratis. Angka Rp11 triliun muncul dari perhitungan jumlah sasaran penduduk dikalikan nilai saldo awal.
Program pembukaan rekening akan difokuskan bagi WNI berusia 17 tahun ke atas melalui bank BUMN (Himbara), khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta Bank Syariah Indonesia (BSI) di wilayah Aceh. Data pembuatan rekening akan disinkronkan langsung dengan Ditjen Dukcapil.
Baca Juga: Program Rekening Massal Bisa Nol Rupiah, Kenapa Harus Rp11 Triliun?
Skema teknis program ini sedang dimatangkan bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll out-nya kita akan bahas dengan BI dan OJK," terang Airlangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: