Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kursi Kosong Jadi Jalan Percepat Antrean Haji? DPR Buka Harapan

        Kursi Kosong Jadi Jalan Percepat Antrean Haji? DPR Buka Harapan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Panjangnya masa tunggu keberangkatan haji masih menjadi persoalan bagi masyarakat yang ingin segera menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Di tengah keterbatasan kuota, ada satu celah yang dinilai bisa dimanfaatkan agar kapasitas keberangkatan tidak terbuang percuma, yakni kursi penerbangan yang masih kosong.

        Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra menilai kursi kosong pada setiap pemberangkatan dapat dioptimalkan untuk jemaah cadangan yang sudah memenuhi persyaratan dan siap berangkat. Menurutnya, jika kursi-kursi tersebut dikumpulkan, jumlahnya juga dapat menjadi peluang untuk menambah jemaah yang diberangkatkan.

        “Sekarang ini setiap pemberangkatan ada saja seat kosong. Kalau dikumpulkan banyak juga, itu juga dioptimalkan,” ujar Nanang, dikutip dari laman resmi DPR.

        Baca Juga: Jelang 2 Tahun Memerintah, Publik Tagih Janji-janji Prabowo-Gibran

        Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut menjelaskan, panjangnya masa tunggu haji memang sangat dipengaruhi oleh kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi. Dengan jumlah calon jemaah yang besar, kapasitas yang tersedia setiap tahun menjadi faktor penting dalam menentukan antrean keberangkatan.

        “Untuk antrean itu tergantung slot yang tersedia di Saudi. Mengapa tergantung di sana? Karena jatah orang haji itu satu tahun paling hanya dua juta,” tuturnya.

        Meski begitu, Nanang melihat persoalan tersebut tidak berarti seluruh peluang untuk mempercepat keberangkatan tertutup. Pemanfaatan kursi penerbangan yang tidak terisi dapat menjadi salah satu langkah yang dilakukan di dalam negeri agar kapasitas yang sudah tersedia bisa digunakan secara maksimal.

        Menurutnya, kursi kosong tersebut bisa diberikan kepada jemaah cadangan yang memang telah siap berangkat. Dengan begitu, slot yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lain yang telah memenuhi ketentuan.

        Baca Juga: Denny Indrayana Dituduh Korupsi, Eks Ketua KPK Bereaksi: Yang Terjadi Saat Itu...

        “Artinya, ada peluang untuk cadangan-cadangan yang memang siap untuk berangkat bagi masyarakat ini supaya bisa mereka mendapatkan tempat mengisi slot-slot yang kosong tadi,” katanya.

        Nanang menilai optimalisasi ini penting dilakukan bersamaan dengan upaya mendorong peningkatan kapasitas jemaah di Arab Saudi. Sebab, keterbatasan daya tampung di Tanah Suci menjadi salah satu alasan utama panjangnya antrean haji.

        Ia mengatakan masa tunggu keberangkatan memang tidak bisa dilepaskan dari kuota yang tersedia. Namun, dari sisi penyelenggaraan, setiap kursi penerbangan yang kosong seharusnya dapat ditekan agar tidak ada kapasitas yang sia-sia.

        Ia berharap pemanfaatan kursi kosong tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk mempercepat keberangkatan jemaah, terutama mereka yang sudah berada dalam daftar cadangan dan siap menggantikan jemaah yang batal berangkat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: