Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prodia Siapkan Stock Split 1:5, Harga Saham Bakal Lebih Terjangkau

        Prodia Siapkan Stock Split 1:5, Harga Saham Bakal Lebih Terjangkau Kredit Foto: Prodia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten penyedia layanan kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), merencanakan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Langkah strategis ini bertujuan menurunkan harga perdagangan per lot agar lebih terjangkau, menstimulasi frekuensi serta volume transaksi, sekaligus memperluas basis pemodal ritel di Bursa Efek Indonesia (BEI).

        Rencana pemecahan saham ini disusun berdasar hasil evaluasi internal perseroan terhadap basis pemegang saham saat ini, yang mengindikasikan adanya peluang besar untuk meningkatkan partisipasi pasar melalui nilai investasi awal yang lebih rendah.

        Melalui skema stock split 1:5, nilai nominal saham PRDA akan disesuaikan dari Rp100 per saham menjadi Rp20 per saham. Penyesuaian ini bakal meningkatkan jumlah saham beredar perseroan dari semula 937.500.000 lembar saham menjadi 4.687.500.000 lembar saham.

        "Aksi korporasi ini bersifat netral terhadap struktur permodalan, sehingga tidak akan mengubah total nilai investasi maupun porsi kepemilikan para pemegang saham," ucap manajemen PRDA dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).

        Jadwal RUPSLB dan Efektif Nominal Baru

        Perseroan akan meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 23 November 2026. Adapun pemodal yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 29 Oktober 2026.

        Setelah mengantongi persetujuan RUPSLB dan izin pencatatan dari BEI, transaksi saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi akan berakhir pada 17 Desember 2026. Saham dengan nominal baru Rp20 akan mulai diperdagangkan secara resmi di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 18 Desember 2026.

        Rencana stock split PRDA disokong oleh kinerja keuangan yang solid. Pada semester I-2026, PRDA membukukan kenaikan pendapatan bersih konsolidasian sebesar 8,50% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp1,11 triliun, mencapai rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir. Pertumbuhan omzet tersebut mendorong kenaikan laba bersih tahun berjalan sebesar 11,45% (yoy) menjadi Rp77,57 miliar.

        Posisi neraca perseroan juga mencatatkan ketahanan tinggi dengan kepemilikan kas dan deposito mencapai Rp646,13 miliar per 30 Juni 2026. Dengan total kewajiban (liabilities) sebesar Rp301,00 miliar dan ekuitas tebal mencapai Rp2,34 triliun, rasio utang terhadap ekuitas atau Debt-to-Equity Ratio (DER) PRDA berada di level sangat rendah, yakni 0,12 kali.

        Baca Juga: Petrosea (PTRO) Bidik Dana Segar, Siapkan Right Issue 170 Juta Saham

        Baca Juga: PBSA Dapat Restu Stock Split 1:2, Saham Beredar Jadi 6 Miliar

        Baca Juga: Laba ANTAM Melonjak 34%, Phintraco Ramal Saham ANTM Bakal Makin Mahal

        Kualitas profitabilitas perseroan diperkuat oleh arus kas bersih dari aktivitas operasi atau Cash Flow from Operations (CFO) yang melonjak 18,23% (yoy) menjadi Rp199,99 miliar, atau setara 2,58 kali lipat dari perolehan laba bersih akuntansi.

        Dari sisi operasional, PRDA melayani hampir 10 juta tes sepanjang paruh pertama 2026. Pertumbuhan tinggi pada tes esoterik menunjukkan peningkatan permintaan pasar terhadap pemeriksaan spesifik dan canggih, yang dilengkapi oleh layanan tes rutin, vaksinasi, serta konsultasi dokter berbasis kapabilitas health-tech.

        Program Buyback dan Valuasi Pasar

        Di samping stock split, perseroan tengah mengeksekusi aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal Rp150 miliar untuk periode 20 Agustus hingga 19 November 2026. Aksi ini ditempuh guna menjaga stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar modal.

        Dari sisi indikator valuasi berdasarkan data kuartal II-2026, saham PRDA diperdagangkan pada rasio Price-to-Earnings (P/E) sekitar 14,45 kali dan Price-to-Book Value (PBV) sebesar 1,33 kali. Sementara itu, Return on Invested Capital (ROIC) berada di level 8,2%, imbal hasil dividen (dividend yield) tercatat sebesar 6,25%, dan nilai EBITDA mencapai sekitar Rp216,3 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: