Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Kumpulkan Pengusaha Muda, Bahas Apa ya?

Jokowi Kumpulkan Pengusaha Muda, Bahas Apa ya? Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah politisi menganggap jika pertemuan antara Jokowi dan pengusaha muda ialah membahas kampanye di Pilpres 2019 nanti. Namun pihak istana  membantah akan hal itu. Pasalnya, pertemuan tersebut murni membicarakan perekonomian di Indonesia.

Staf khusus Presiden bidang ekonomi, Ahmad Erani Yustika, menjelaskan para pengusaha muda yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin) tersebut memberikan input soal kondisi dunia usaha di lapangan. Selain itu, mengapresiasi eksekusi proyek-proyek yang mangkrak di pemerintahan sebelumnya seperti tol yang sempat berhenti enam hingga tujuh tahun.

"Kalau Presiden itu niatnya untuk kepentingan di luar ekonomi, politik, mungkin forumnya nggak akan terbuka seperti itu," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Ia menambahkan, tidak hanya itu para konglomerat milenial juga meminta Jokowi memperhatikan kualitas tenaga kerja terampil di lapangan. Sebab kebutuhan SDM terampil diperlukan guna mendorong perekonomian. Makanya pembangunan SDM menjadi salah satu yang diharapkan.

"Di lapangan kayaknya susah dapat tenaga kerja terampil, mohon ke depan isu keterampilan SDM diperhatikan pemerintah," katanya.

Ia menegaskan, dalam pertemuan itu Kadin lah yang meminta untuk bertemu Jokowi.

"Bukan undang. Audiensi sebetulnya. Mereka meminta audiensi lama," imbuhnya.

Sekadar diketahui, pada pertemuan itu terdapat 26 konglomerat generasi kedua di antaranya Garibaldi Thohir, Anindya N Bakrie (Bakrie Group), Muki Hamami (Trakindo Utama), Martin Hartono (PT Djarum), Anthony Pradiptya (Plug and Play), dan Axton Salim (Salim Group), Michael Soeryadjaya (Saratoga Investama Sedaya), Michael Widjaja (Sinarmas), Budi Susanto (Alfamart), Arini Sarraswati Subianto (Persada Capital Investama), dan Arif Patrick Rachmat (Triputra Agro Persada).

Kemudian, John Riady (Lippo Group), Alvin Sariaatmadja (Emtek), Anderson Tanoto (Royal Golden Eagle), Yaser Raimi Arifin Panigoro (Medco Group), Arif Suherman (Cineplex), Richard Halim Kusuma (Agung Sedayu Group), dan Pandu Patria Sjahrir (Toba Bara).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Irfan Mualim
Editor: Irfan Mualim

Tag Terkait: