Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tunggu Restu Amerika Serikat, Israel Akan Serang Fasilitas Energi Iran

Tunggu Restu Amerika Serikat, Israel Akan Serang Fasilitas Energi Iran Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Israel dilaporkan tengah mempersiapkan serangan terhadap fasilitas energi milik dari Iran. Serangan tersebut dilakukan menyusul perang kedua negara yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan di Timur Tengah.

Tel Aviv menyebutkan bahwa serangan tersebut kemungkinan akan terjadi dalam waktu satu pekan ke depan, tergantung pada keputusan dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Ungkap Cara Tembak Jet Tempur Amerika Serikat

"Serangan semacam itu diperkirakan akan terjadi dalam minggu depan," kata Pejabat Israel, dikutip dari Reuters,

Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran. Ia menuntut kesepakatan atau pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz.

Trump juga kembali mengancam akan meningkatkan serangan jika mereka tidak memenuhi tuntutan tersebut. Ia melanjutkan pernyataan sebelumnya yang bahkan menyebut kemungkinan menghancurkan negara itu hingga ke "zaman batu”.

Perang Iran, Israel dan Amerika Serikat sendiri dimulai sejak 28 Februari. Ia telah menewaskan ribuan orang dan memicu krisis energi global. Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan lonjakan harga energi dan gangguan pasokan.

Iran juga melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel. Ia menargetkan negara-negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat. Teheran dilaporkan  menyerang instalasi radar, pabrik aluminium serta markas militer dari Washington.r

Negara Timur Tengah sendiri cenderung menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam konflik, mengingat risiko eskalasi yang lebih luas.

Namun, jika serangan terhadap fasilitas energi benar-benar terjadi, para analis memperkirakan konflik dapat meningkat drastis dan berdampak lebih besar terhadap stabilitas global serta perekonomian dunia.

Adapun Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo mendesak pembukaan kembali jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik dari Israel, Amerika Serikat dan Iran. Seruan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.

Paus Leo meminta sang presiden untuk membuka kembali semua jalur dialog guna meredakan konflik yang terus meningkat dalam kawasan dari Timur Tengah.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan warga sipil serta penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter di tengah konflik.

Baca Juga: Buntut Perang Iran, Trump Lakukan Reshuffle Kabinet Besar-Besaran

"Paus juga mendesaknya untuk melindungi warga sipil dan mempromosikan penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan," kata Vatikan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement