Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pemprov Jatim Siap Kawal Ekonomi Pesantren

Pemprov Jatim Siap Kawal Ekonomi Pesantren Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Surabaya -

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyatakan, potensi pengembangan ekonomi khususnya dilingkungan pesantren Jatim alami peningkatan cukup pesat. Untuk itu, kata Emil sapaannya, Pemerintah Provinsis (Pemprov) Jatim akan dipetakan sehingga akan memudahkan dalam pengembangannya kedepan.

“Ada banyak pesantren yang akan dipetakan dan dari pemetaan itu intervensi apa yang sekiranya dibutuhkan pemerintah. Kami berharap ICSB dan UNUSA akan bisa membantu memetakan potensi-potensi itu dan kami akan mengawalnya,” tegas Emil usai penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Jatim dengan UNUSA dan ICSB tentang pendampingan UMKM melalui program one pesantren one product di kampus Unusa Surabaya sore kemarin.

Baca Juga: Di Jatim, Prabowo Hanya Menang 4 Wilayah

Emil menyatakan, saat ini di Jatim ada sekitar enam ribu pesantren serta sejumlah kampus dan pelaku dunia usaha. Menurutnya, hal itu sebuah potensi yang cukup besar apabila mereka bisa berkolaborasi membangun ekonomi di lingkungan pesantren. Sementara pemerintah akan bisa bertindak sebagai konsolidator.

“Kita yang punya produk asli di Jatim kenapa nggak melalui minimarket pesantren, sehinggga produk-produk yang dipasarkan di pesantren ini adalah produk-produk asli  Jatim. Pemprov Jatim akan siap membantu untuk permodal nantinya. Aakan tetapi, untuk mendapatkan modal itu tentunya dengan persyaratan,” sambung Emil.

Baca Juga: Nama Koleganya Diseret Rommy, Emil Dardak Beberkan Rekam Jejak Khofifah

Lebih lanjut Emil menjelaskan, Pemprov Jatim telah menggulirkan program unggulan untuk mengembangkan ekonomi pesantren, yakni one pesantren one product (satu pesantren satu produk). Melalui program ini, Pemprov Jatim ingin membangun ekonomi pesantren sebagai satu kekuatan. Salah satu produk pesantren yang masuk dalam pemetaan itu adalah air minum santri yang sekarang sudah dipasarkan di sejumlah pesantren. 

“Kita mau menanamkan dan  berkonsentrasi membangun kepakaran di pesantren. Bahwa, sukses itu bukan dari coba-coba, tetapi ada keseriusan dan kepakaran. Dan itu kita mulai dari program one pesantren one product ini,” tandasnya (Mochamad Ali Topan)

Baca Juga: Rugi Rp106 Triliun, Pengamat Ekonomi Duga Kasus Penipuan Indosurya Terstruktur: Kerugian Sebesar ini Hanya Bisa Terjadi Kalau...

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Vicky Fadil

Advertisement

Bagikan Artikel: