Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kalau Di-lock Down, Kita Tidak Bisa Apa-Apa

Kalau Di-lock Down, Kita Tidak Bisa Apa-Apa Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk waspada terhadap virus corona yang kini sudah dinyatakan sebagai pandemi dunia menurut WHO. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam.

"Presiden sampaikan kewaspadaan dinaikkan, kehati-hatian dinaikkan, tetapi jangan panik," ujarnya.

Baca Juga: Soal Omnibus Law, PPP Bilang Kalau Jokowi...

Dengan status pandemi COVID-19, Yurianto mengatakan pemerintah telah meningkatkan kewaspadaan termasuk ketersediaan stok alat kesehatan. Hal ini juga dilakukan banyak negara saat ini, menyusul status pandemi yang berarti virus corona kini bisa mengancam seluruh negara.

Yurianto mengatakan pemerintah sudah memastikan stok masker, kacamata, hingga obat-obatan. Di antaranya, pemerintah Indonesia menyiapkan 10 ribu kit (set) alat kesehatan dan 15 juta masker.

"Termasuk jumlah kebutuhan kit laboratorium pemeriksaan yang masing-masing akan membutuhkan. Kita sudah menyiapkan 10 ribu kit, dan akan kita tambah lagi," kata Yurianto.

Meskipun sudah jadi pandemi, Yurianto mengatakan hingga saat ini belum ada opsi untuk melakukan isolasi atau "lock down" di Indonesia, seperti yang sudah dilakukan beberapa negara di dunia, yakni Italia dan Denmark.

"Kalau di-'lock down', kita tidak bisa apa," ujarnya.

Baca Juga: Gunakan APBD untuk Formula E, Anies Baswedan Dipanggil KPK, Jokowi Diseret: Aneh Tidak Dipanggil, MotoGP Pakai Dana...

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: