Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sering Dikaitkan Jadi Penyebar Covid-19, Ahli Bilang Rokok Elektrik...

Sering Dikaitkan Jadi Penyebar Covid-19, Ahli Bilang Rokok Elektrik... Kredit Foto: Foto/Medical Xpress
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, informasi kerap kali diteruskan tanpa memberikan konteks maupun akurasi yang jelas. Termasuk, mengenai rokok elektrik dan produk tembakau alternatif juga sering dikaitkan dengan penyebaran covid-19.

Pada kenyataannya, produk ini telah membantu banyak perokok dewasa sebagai salah satu alternatif yang lebih baik untuk mendapatkan asupan nikotin. Bahkan, cara efektif untuk membantu perokok berhenti merokok.

Dalam laporan terbaru mengenai rokok elektrik yang dirilis oleh Public Health England (PHE), lembaga pemerintah di bawah Department of Health and Social Care Inggris, menyebutkan, persepsi yang salah di masyarakat tentang bahaya rokok elektrik dapat menghalangi para perokok yang tidak bisa berhenti merokok beralih ke produk tembakau alternatif. 

Baca Juga: Gambar Seram di Bungkus Rokok Dinarasikan Korban Corona, Pria ini Ditangkap

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Makin Menyudutkan Kalangan Industri

Padahal, PHE menyebutkan, beralih ke produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik merupakan salah satu cara efektif untuk membantu para perokok dewasa untuk berhenti merokok.

Sejak 2015 silam, PHE secara aktif membuat penelitian mengenai produk tembakau alternatif dan memperbarui laporan setiap tahun. Dalam laporan keenamnya yang dirilis pada Maret 2020, PHE menyebutkan, terjadi peningkatan jumlah perokok yang percaya bahwa rokok elektrik lebih berbahaya dibandingkan rokok. 

Menurut PHE, hal itu tidak sesuai dengan kajian para ahli dari Inggris dan Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya yang menyimpulkan bahwa penggunaan rokok elektrik jauh lebih rendah bahayanya dibandingkan dengan rokok.

Hal ini disebabkan produk tembakau alternatif tidak melalui proses pembakaran, sehingga secara signifikan menghasilkan kadar zat kimia berbahaya jauh lebih rendah daripada rokok. 

Ahli Toksikologi dari Universitas Airlangga Sho’im Hidayat mengatakan, banyak persepsi keliru mengenai produk tembakau alternatif yang dianggap sama bahayanya dengan rokok tembakau lantaran sama-sama mengandung nikotin. Padahal, nikotin bukanlah pemicu utama penyakit terkait merokok. 

Sho’im menjelaskan, kandungan zat kimia berbahaya dalam rokok adalah TAR yang bersifat karsinogen. TAR yang dihasilkan oleh proses pembakaran pada rokok dapat memicu penyakit-penyakit berbahaya. 

"Semakin tinggi kadar TAR dari pembakaran, risiko terkena kanker atau jantung menjadi lebih besar, kandungan ini tidak ada dalam produk tembakau alternatif," ujarnya, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Vicky Fadil

Advertisement

Bagikan Artikel: