Kredit Foto: AFP
Pejabat wilayah Manaus, kota terbesar di Amazon, mengatakan sebuah pekuburan telah dipaksa untuk menggali kuburan massal karena ada begitu banyak kematian. Pekerja telah mengubur 100 mayat sehari, tiga kali lipat rata-rata pemakaman normal.
Pengemudi untuk penyedia layanan penguburan di Manaus, Ytalo Rodrigues mengatakan, telah mengambil satu demi satu mayat selama lebih dari 36 jam, tanpa istirahat. Ada begitu banyak kematian, sehingga pemiliki transportasi pengangkutnya perlu menambah armada.
Petugas kesehatan pun saat ini sudah mulai kewalahan, pasien memadati rumah sakit. Negara bagian Rio, hanya satu dari tujuh rumah sakit untuk menangani Covid-19 yang masih mampu menerima pasien. Sebanyak enam rumah sakit rujukan sudah penuh dan hanya dapat menerima pasien baru begitu yang lain pulih atau meninggal.
Rio berencana untuk membuka rumah sakit lapangan pertamanya, dengan 200 tempat tidur, setengah disediakan untuk perawatan intensif. Rumah sakit lain yang didirikan di samping stadion sepak bola bersejarah Maracana akan menawarkan 400 tempat tidur mulai bulan depan.
Sedangkan di Amazon, saat jumlah kasus meningkat di ibu kota negara bagian Para pada pekan ini, setidaknya 200 staf medis telah terinfeksi. Laporan media G1, pemerintah telah aktif mencari pengganti untuk mempekerjakan lebih banyak dokter.
Bolsonaro terus menolak prediksi pejabat kesehatan tentang penyebaran virus di negara itu. Pekan lalu, presiden memecat menteri kesehatan yang telah mendukung langkah-langkah melawan Covid-19 dan menggantikannya dengan seorang advokat untuk membuka kembali perekonomian.
Sikap Bolsonaro mendorong perlunya mengembalikan orang ke tempat kerja ketika angka pengangguran terus menaik. Dia menyatakan, perjuangan untuk membuka kembali bisnis adalah risiko yang diambilnya, dilansir dari AP.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait:
Advertisement