Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Marah: Ibarat Tepuk Air di Dulang, Terpercik Muka Sendiri

Jokowi Marah: Ibarat Tepuk Air di Dulang, Terpercik Muka Sendiri Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Menurut Pangi, hal tersebut merupakan bagian dari lagu lama, kaset usang, sebagai Presiden dengan kinerja buruk dan berupaya menempatkan diri sebagai pahlawan yang memperjuangkan demi kepentingan 267 juta rakyat Indonesia, dengan memarahi dan membentak-bentak menterinya di panggung depan.

"Terkait kelemahan pemerintah Presiden Jokowi, item key performance indicator (KPI) kegagalan Jokowi di tengah pandemi, yaitu masalah Bansos, masalah ketenagakerjaan, masalah sosial masyarakat (issue Pancasila vs PKI), dan masalah pengendalian penularan Covid-19," katanya.

Maka itu, Pangi mengatakan, ketimbang marah-marah di depan para menteri, jauh lebih berkelas Presiden Jokowi melakukan reshuffle senyap berbasis kinerja, bukan lagi waktunya reshuffle berbasis bagi-bagi kue kekuasaan. Tetapi, lanjut dia, reshuffle wajib berbasis KPI yang terukur, bukan penilaian berdasarkan like or dislike, asumsi, pikiran liar, berdasarkan penilaian klaim semata.

Baca Juga: Ramai-ramai Dukung Reshuffle, IPW Teriak: Copot 11 Menteri Ini!

"Problemnya, siapa yang menilai kinerja menteri? Institusi resmi yang independen yang mana? Seperti evaluasi kementerian dilakukan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Jokowi menilai sendiri kinerja menterinya berdasarkan bisikan inner circle orang kepercayaan? Atau presiden menilai pakai dukun atas kinerja menterinya? Alat ukurnya berbasiskan apa? Ini yang buat kita pusing pala barbie," ungkapnya.

Dia mengatakan, Presiden Jokowi mesti tidak usah marah-marah, menguliti menteri di depan publik, sebab hal itu sama saja buka aibnya sendiri, sama saja ketidakmampuan Presiden sendiri dipertontonkan.

"Jauh lebih baik atau terhormat langsung saja reshuffle tanpa bising di ruang panggung publik, Presiden ceramah, ngomel di depan menteri sudah enggak menarik lagi dipertontonkan, sudah enggak zamannya menteri diceramahi pakai marah-marah segala," ucapnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: