Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya ikut merespons terkait tertangkapnya buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis, (30/7).
Diketahui, Djoko Tjandra atau berjuluk Joker merupakan buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali. Bahkan, Joker sempat melarikan diri ke Papua Nugini pada tahun 2009.
Baca Juga: Djoko Tjandra Ditangkap, Orang Istana Bongkar Skenario Rahasia...
"Dipenjara 2 tahun, blm lagi potong macem2, tau2 dah bebas nanti..," cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dikutip, Jumat (31/7/2020).
Menurut dia, ada hal yang lebih seru diusut, yakni bila Djoko Tjandra berani membuka nama-nama siapa saja yang berani melindungi. Tak hanya itu, ia juga mengatakan pihak siapa saja yang berkomunikasi dengan dia selama menjadi buronan.
"Yang seru sebenernya kalo dia berani buka siapa aja yg lindungin dan komunikasi sama dia selama buron... Wani?," katanya lagi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Vicky Fadil