Pakai Vaksin China Tanpa Persetujuan, Rodrigo Duterte Minta Maaf ke Rakyat

Filipina adalah salah satu negara yang paling parah terkena dampak di Asia Tenggara dengan lebih dari 1 juta kasus dan hampir 18.000 kematian terkait dengan Covid-19.
Menurut penelitian yang dikutip di media lokal, lebih dari setengah orang Filipina tidak mau divaksinasi Covid-19 karena khawatir suntikan itu tidak aman.
Keraguan akan vaksin sebagian besar disebabkan oleh skandal seputar vaksin demam berdarah yang diberikan kepada anak-anak pada 2016.
Pemerintahan Duterte tahun lalu mendapat kecaman ketika personel keamanan presiden disuntik dengan vaksin China jauh sebelum suntikan secara resmi tiba di negara itu.
Seperti diketahui, kedua vaksin asal China itu diketahui adalah vaksin yang tidak aktif, yang bekerja dengan menggunakan partikel virus yang telah dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa mengambil risiko respons penyakit yang serius.
Sebagai perbandingan, vaksin Moderna dan Pfizer yang dikembangkan di Barat adalah vaksin mRNA. Ini berarti bagian dari kode genetik virus corona disuntikkan ke dalam tubuh, memicu tubuh untuk mulai membuat protein virus, tetapi tidak seluruh virus, yang cukup untuk melatih sistem kekebalan untuk menyerang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Muhammad Syahrianto
Tag Terkait: