Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Resign dari Twitter, Jack Dorsey Diprediksi Bakal Terjun Lebih Dalam ke Bitcoin

Resign dari Twitter, Jack Dorsey Diprediksi Bakal Terjun Lebih Dalam ke Bitcoin Kredit Foto: Reuters/Toby Melville
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendiri Twitter, Jack Dorsey mengundurkan diri sebagai CEO Twitter pada Senin pagi. Dorsey mengatakan, Twitter sudah cukup stabil dan kuat berdiri sendiri tanpa pendirinya. Itu berarti dia akan memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan di Square, fintech yang dia dirikan sekaligus ia pimpin. Tak hanya itu, Dorsey juga diperkirakan akan semakin menyelam pada cryptocurrency.

Melansir CNBC International di Jakarta, Selasa (30/11/21) Dorsey adalah penggemar lama bitcoin. Ia yakin cryptocurrency terbesar di dunia itu memiliki fungsi sebagai teknologi yang tidak dikendalikan atau dipengaruhi oleh individu atau entitas tunggal mana pun.

“Jika saya tidak di Square atau Twitter, saya akan mengerjakan bitcoin,” kata Dorsey kepada orang banyak di konfernsi Bitcoin 2021.

Baca Juga: Gokil! Pengganti Jack Dorsey di Twitter Dinobatkan Jadi CEO Teknologi Termuda di Dunia

Square juga telah banyak berfokus pada proyek-proyek crypto tahun ini. Terlebih, Dorsey sekarang bebas dari tanggung jawabnya di Twitter, sehingga banyak yang penasaran crypto apa yang dipilih Square selanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Square telah meluncurkan perdagangan bitcoin pada tahun 2018 dengan berkolaborasi pada Cash App, aplikasi jual beli bitcoin. Pada tahun 2019, perusahaan membentuk Square Crypto, tim independen yang didedikasikan untuk bitcoin. Tahun lalu, Square meluncurkan Cryptocurrency Open Patent Alliance (COPA), sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan mengumpulkan paten untuk mendorong inovasi crypto.

Square mengatakan pada bulan Juli bahwa mereka sedang menciptakan bisnis baru yang didedikasikan untuk membangun aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk bitcoin. Dorsey menggambarkan itu sebagai platform pengembang terbuka dengan satu-satunya tujuan membuat Bitcoin mudah untuk membuat keuangan non-penahanan, tanpa izin, dan jasa terdesentralisasi.

Pada bulan Oktober, CEO Square ini mengatakan perusahaan mungkin terjun ke bisnis penambangan bitcoin. Dan awal bulan ini Square merilis kertas putih yang merinci rencana untuk meluncurkan “tbDEX” pertukaran terdesentralisasinya sendiri untuk membeli dan menjual cryptocurrency.

Tak hanya itu, raksasa pembayaran ini juga membangun dompet perangkat kerasnya sendiri untuk membuat penyimpanan bitcoin lebih utama.

Square juga memiliki aset dalam bentuk bitcoin. Mereka memiliki investasi bitcoin senilai USD 351,7 juta per 30 September lalu.

"Kami percaya bahwa bitcoin memiliki potensi menjadi mata uang yang lebih umum di masa depan," kata Chief Financial Officer Square Amrita Ahuja dalam keterangan resminya.

"Seiring dengan pertumbuhan adopsi, kami berencana untuk belajar dan berpartisipasi secara disiplin. Sebagai perusahaan yang membangun produk berdasarkan masa depan yang lebih inklusif, investasi ini adalah langkah menuju perjalanan itu," ujarnya lagi.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan